Baca dalam 3 menit

Komisi Kesehatan Tiongkok Revisi Aturan Donasi Organ

Waktu Publish : 04 Jul 2020, 13:42 WIB
SHARE ARTIKEL

Komisi Kesehatan Tiongkok Revisi Aturan Donasi Organ - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id – Pada hari Rabu (1/7/2020), Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (国家卫生健康委员会) mengeluarkan rancangan evisi Peraturan Transplantasi Organ Manusia yang diresmikan pada tahun 2007 silam.

Revisi tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah dan untuk memenuhi kebutuhan dalam praktik donor organ dan transplantasi dengan meminta pendapat publik, yang mencakup aturan tentang pengadaan, alokasi organ yang adil, usia hukum untuk donasi, dan biaya terkait serta penegakan hukum terhadap perdagangan manusia dan transplantasi ilegal.

Liu Changqiu (刘长秋), seorang ahli dan peneliti Hukum Kesehatan di Akademi Ilmu Sosial Shanghai (上海社科院), pada hari Kamis (2/7/2020) mengatakan, revisi tersebut berisi pelajaran dari praktik menjadi piagam hukum untuk referensi di masa depan dalam program donasi dan transplantasi organ di Tiongkok.

Selain itu, revisi tersebut juga mencerminkan semangat aturan hukum Tiongkok dan sebagai bentuk bukti transparansi praktik donasi organ dan transplantasi di Tiongkok. Hal ini diharapkan dapat membuat negara-negara barat berhenti mengkritik dan menyerang akan hal ini.

Rancangan tersebut akan memperkuat hukuman atas pelanggaran dan menetapkan denda dan hukuman tertentu. Dalam rancangan ini diberitahukan pula bahwa untuk mengatasi zona gelap perdagangan organ, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (国家卫生健康委员会) harus secara teratur meninjau dan mensertifikasi rumah sakit yang melakukan operasi transplantasi.

Organ-organ akan dialokasikan melalui Sistem Respon Transplantasi Organ Tiongkok, dan ahli bedah tidak diizinkan mengubah organ yang tidak dialokasikan melalui sistem atau dari sumber yang tidak jelas.

Menurut Zhao Hongtao (赵洪涛), Sekretaris Jenderal Yayasan Pengembangan Transplantasi Organ Tiongkok (中国器官移植发展基金会), rancangan itu akan terbuka untuk komentar publik selama sebulan, dan penyesuaian rancangan akan dilakukan sesuai dengan pendapat publik tersebut.

Melansir Global Times, berdasarkan data, setiap tahunnya Tiongkok memiliki sekitar 300.000 pasien yang menunggu transplantasi organ.

Untuk itu, melalui situs web resminya, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (国家卫生健康委员会) menyatakan bahwa ‘Tiongkok mendorong orang untuk menyumbangkan organ ketika mereka meninggal’ dan menunjuk masyarakat Palang Merah Tiongkok untuk melakukan pekerjaan pendaftaran dan peringatan terkait itu. (*)


Terkait

business

Perusahaan Farmasi Pamerkan Produk Anti COVID-19 di CIIE ke-...

  • Yohana Intan
  • 29 Jul 2020

health

Ini 10 Manfaat Tubuh Berkeringat

  • Yohana Intan
  • 20 Jul 2020

health

Mau Cegah Penyakit Hati? Kurangi Konsumsi Empat Makanan Ini!

  • Della Shafira Putri
  • 19 Jul 2020

health

Perawatan Mulut Sangat Penting Untuk Mencegah Penyakit Alzhe...

  • Dwi
  • 15 Jul 2020

health

Dapatkah Wanita Hamil Yang Terinfeksi COVID-19 Menginfeksi J...

  • Dwi
  • 15 Jul 2020

news

Cuaca Semakin Panas, Kasus Heatstroke di Taiwan Meningkat

  • Aisyah Hidayatullah
  • 14 Jul 2020
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong