Lama Baca 3 Menit

Vaksin China Sudah Datang, Presiden Serbia Sambut Langsung ke Bandara

17 January 2021, 15:56 WIB

Vaksin China Sudah Datang, Presiden Serbia Sambut Langsung ke Bandara-Image-1

Vaksin China Sudah Datang, Presiden Serbia Sambut Langsung ke Bandara -  gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Belgrade, Bolong.id - Gelombang pertama sejumlah 1 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh China National Pharmaceutical Group tiba di Belgrade, ibu kota Serbia, pada tanggal 16 Januari 2021 pagi hari waktu setempat. Presiden Serbia Aleksandar Vucic, Menteri Kesehatan Zlatibor Loncar, dan Duta Besar Tiongkok untuk Serbia Chen Bo pergi ke bandara untuk menyambut vaksin tersebut.

Vucic mengatakan pada upacara tersebut bahwa vaksin ini adalah "bukti persahabatan yang hebat" antara Serbia dan Tiongkok yang akan memberikan perlindungan bagi 500 ribu warga Serbia. Dia juga mengumumkan bahwa dirinya juga akan divaksinasi oleh vaksin tersebut, Vucic mengatakan, "Saya percaya pada kualitas vaksin Tiongkok," dilansir dari Xinhua.

Chen Bo mengatakan bahwa Tiongkok adalah negara pertama yang berkomitmen terhadap vaksin COVID-19 sebagai produk publik global. Hanya 16 hari setelah peluncuran bersyarat dari vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh Sinopharm, gelombang pertama vaksin telah tiba di Serbia. Ini menunjukkan bahwa Tiongkok dan Serbia terus bekerja sama untuk memerangi pandemi COVID-19.

Saya percaya bahwa vaksin Tiongkok akan berkontribusi pada perjuangan Serbia melawan pandemi COVID-19," terang sang presiden.

Saat ini, situasi pandemi COVID-19 di Serbia relatif masih mencekam. Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Serbia pada tanggal 15 Januari menunjukkan bahwa negara tersebut telah mengonfirmasi 1.751 kasus baru dalam 24 jam terakhir, dengan kasus total sejumlah 369.823 kasus dan 3.708 kematian.

Menurut laporan media lokal, Serbia telah membuat perjanjian untuk pengadaan  8 juta dosis vaksin COVID-19 dengan banyak produsen vaksin. Pengadaan tersebut termasuk vaksin dari China National Pharmaceutical Group, vaksin Rusia "Sputnik-V", dan vaksin Pfizer-BioNTech. (*)


Alifa Asnia/Penerjemah