Baca dalam 3 menit

Tiongkok: Virus Flu Babi G4 Bukan Hal Baru, Tidak Mudah Menginfeksi Manusia

Waktu Publish : 05 Jul 2020, 14:36 WIB
SHARE ARTIKEL

Virus Flu Babi G4 Bukan Hal Baru dan Tidak Mudah Menginfeksi - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok (农业农村部) mengatakan, pada hari Sabtu (4/6/2020), bahwa apa yang disebut dengan virus flu babi "G4" ternyata bukanlah hal baru, tidak mudah menginfeksi manusia dan hewan, hal itu menampik studi yang diterbitkan sebelumnya, pada awal minggu ini.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ilmuwan Tiongkok dan diterbitkan di jurnal Amerika Serikat (AS), Proceedings of National Academy of Sciences (PNAS), yang memperingatkan bahwa virus flu babi baru, bernama G4, sifatnya lebih menular ke manusia dan berpotensi menjadi pandemi baru.

Namun, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok (农业农村部) mengatakan bahwa studi tersebut ditafsirkan oleh media "secara berlebihan". Analisis kementerian menyimpulkan bahwa, pengambilan sampel dari penelitian tersebut terlalu kecil untuk menjadi representatif keseluruhan data, sementara artikel tersebut tidak memiliki cukup bukti untuk menunjukkan bahwa virus G4 bisa menjadi strain dominan di antara babi.

Kementerian mengatakan, mereka menarik kesimpulan setelah mengadakan seminar tentang dampak virus G4 pada industri babi dan kesehatan masyarakat. Peserta seminar tersebut adalah para dokter hewan Tiongkok dan ahli-ahli anti-virus, serta penulis utama studi di PNAS. Para peserta sepakat bahwa virus G4 bukanlah hal baru. Selain itu, strain semacam ini telah dipantau terus menerus oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga terkait di Tiongkok sejak 2011.

Di sisi lain, para penulis dalam studi tersebut sepakat bahwa virus G4 tidak bisa efektif berkembang di dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit. Pernyataan kementerian ini ditulis oleh Yang Hanchun (杨汉春), seorang ilmuwan penyakit virus babi di Universitas Pertanian Tiongkok (中国农业大学), yang juga adalah seorang ahli di komite anti-pandemi kementerian. (*)


Terkait

health

Kasus COVID-19 Harian Hong Kong Capai Rekor Baru

  • Aisyah Hidayatullah
  • 25 Jul 2020

health

Hasil Riset: Makan Kimchi Dapat Lawan COVID-19

  • Yohana Intan
  • 24 Jul 2020

health

Strain COVID-19 Paling Awal di Italia Bukan dari Tiongkok

  • Aisyah Hidayatullah
  • 24 Jul 2020

news

Hasil Survei Istilah “Virus Tiongkok” Pada Pemilih Terda...

  • Yohana Intan
  • 16 Jul 2020

health

Waspada, Gigitan Kutu Ternyata Juga Mematikan Lho!

  • Aisyah Hidayatullah
  • 13 Jul 2020

health

Kedubes Tiongkok di Kazakhstan: Ada Pneumonia Berbahaya

  • Aisyah Hidayatullah
  • 10 Jul 2020
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong