Baca dalam 3 menit

Di Tiongkok, Tidak Buang-Buang Makanan Jadi Indikator Penilaian Kinerja Sekolah

SHARE ARTIKEL

Tidak Buang-Buang Makanan Jadi Indikator Penilaian Kinerja Sekolah - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Xi’an, Bolong.id - Otoritas pendidikan di Xi'an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok barat laut memutuskan untuk menetapkan penghematan makanan sebagai salah satu indikator penting untuk mengevaluasi kinerja sekolah, guru, dan siswa setempat. Pihaknya akan menghukum sekolah secara serius jika ketahuan membuang-buang makanan.

Langkah tersebut dilakukan setelah Tiongkok meluncurkan kampanye "Bersihkan Piring Anda" kedua yang menyerukan publik untuk berhenti membuang-buang makanan. Kampanye pertama di tahun 2013 mencapai hasil yang signifikan dalam membatasi pesta dan resepsi mewah para pejabat.

Kinerja sekolah dalam pendidikan hemat makanan akan dimasukkan dalam penilaian tahunan mereka. Mereka yang memiliki kinerja luar biasa akan dihormati sementara mereka yang gagal melaksanakannya akan dikritik dan dihukum, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh biro pendidikan Xian pada hari Kamis (20/8/2020). Namun, pernyataan itu tidak menjelaskan jenis hukuman apa yang akan dijatuhkan, dilansir dari Global Times.

Sekolah juga perlu merumuskan metode evaluasi untuk menilai kinerja siswa dalam menyimpan makanan. Kinerja mereka akan dimasukkan dalam indikator yang menentukan kualitas komprehensif mereka.

Pernyataan tersebut juga mewajibkan sekolah untuk mengatur kegiatan ekstrakurikuler untuk siswanya, mendorong mereka untuk menanam dan membuat makanan sendiri sehingga mereka dapat meningkatkan kesadaran akan ketekunan dan penghematan.

Kebijakan tersebut didukung secara luas oleh warganet Tiongkok yang memuji upaya otoritas pendidikan setempat dalam pencegahan pemborosan makanan.

Selain Xi'an, kota-kota di seluruh Tiongkok juga mengambil tindakan berbeda untuk menghindari pemborosan makanan. Dalam kejadian viral yang tersebar di internet sejak Rabu (19/8/2020), sebuah hotel di Luohe, Provinsi Henan, Tiongkok tengah, secara khusus menetapkan peran pengawas untuk melihat apakah hotel tersebut membuang-buang makanan. Hotel tersebut juga menaikkan standar penilaian untuk pramusaji. Jika makanan sisa melebihi 15 persen, pelayan akan dikenai sanksi.

Sementara itu, sebuah restoran di Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok tengah pada hari Jumat (21/8/2020) muncul dengan ide untuk mencegah pelanggan memesan terlalu banyak dengan menempatkan timbangan di pintu. Restoran membuat daftar pesanan yang disesuaikan dengan berat badan. Pelanggan dapat menimbang berat badan mereka sendiri dan memesan makanan sesuai dengan rekomendasi.

Karena kampanye telah dilakukan secara intensif di seluruh negeri, pengamat Tiongkok memperingatkan bahwa kampanye tersebut tidak boleh menjadi formalitas saja. Daripada hanya melakukannya secara mekanis, perusahaan katering juga harus memahami seruan untuk menghemat makanan, dan memperhatikan tindakan yang solid. (*)

Terkait

berita

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Corona, Bag...

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan Wisata Se...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

teknologi

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

teknologi

Teknologi Hebat Tiongkok yang Digunakan di Indonesia 

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Kisah-kisah Warga Indonesia di China Selama Corona

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020
Logo follow bolong