Lama Baca 3 Menit

Tiongkok Lawan Rumor Kalau Mereka Sedang Alami 'Krisis Pangan'

27 August 2020, 10:00 WIB

Tiongkok Lawan Rumor Kalau Mereka Sedang Alami 'Krisis Pangan'-Image-1

Tiongkok Tangkas Rumor Sedang Alami 'Krisis Pangan' - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - “Total stok biji-bijian Tiongkok tetap pada tingkat tinggi, dan rasio stok konsumsi jauh lebih tinggi daripada tingkat keamanan minimum yang direkomendasikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ungkap pihak Administrasi Cadangan Pangan Strategis Nasional Tiongkok pada hari Senin (24/8/2020). Cadangan beras dan gandum juga dikatakan dapat memenuhi permintaan konsumen selama lebih dari satu tahun.

Baru-baru ini, beberapa media asing menyebutkan bahwa Tiongkok saat ini tengah mengalami kekurangan pangan yang parah. Otoritas pangan Tiongkok pun menyangkalnya dengan mengatakan bahwa sejak wabah COVID-19, sistem penyimpanan biji-bijian dan bahan makanan Tiongkok telah diperkuat dan secara efektif memastikan stabilitas pasar.

Gandum, beras, dan biji-bijian lainnya telah menyumbang sekitar 70 persen dari varietas cadangan makanan, sementara beberapa provinsi telah menetapkan sejumlah kecil cadangan gabah berdasarkan kebiasaan konsumsi lokal mereka.

Sekitar 36 kota besar dan menengah dan wilayah dengan pasar yang tidak menentu telah mengumpulkan cadangan makanan tertentu seperti beras dan tepung yang dapat memenuhi pasokan pasar lokal selama 10-15 hari.

Dilansir dari Global Times, Tiongkok telah membentuk sistem yang dapat merespons secara efektif risiko yang disebabkan oleh potensi keadaan darurat dan bencana alam. Terdapat 5.388 perusahaan pemrosesan darurat biji-bijian milik negara dengan kapasitas pemrosesan harian lebih dari 1 juta ton biji-bijian siap pakai. Lebih dari 44.600 tempat pasokan darurat biji-bijian, 3.170 pusat distribusi darurat, dan 3.454 perusahaan penyimpanan dan transportasi darurat telah didirikan dan mampu segera memasok makanan ke pasar konsumen. (*)