Pemerintahan Trump Pertimbangkan Masukkan Perusahaan Tiongkok Lainnya dalam Daftar Hitam

logo clock 3 Menit logo clock 06-09-2020, 06:36

Presiden AS Donald Trump - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Washington, Bolong.id - Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan apakah akan menambahkan pembuat chip top Tiongkok, SMIC, ke dalam daftar hitam perdagangan. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (4/9/2020) ketika AS terus meningkatkan tindakan kerasnya terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan Departemen Pertahanan AS sedang bekerja dengan agensi lain untuk menentukan apakah akan mengambil tindakan terhadap Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC). Jika SMIC dimasukkan ke dalam daftar hitam, maka hal tersebut akan memaksa pemasok AS untuk mengurus lisensi yang sulit diperoleh sebelum pengiriman barang ke perusahaan tersebut.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (5/9/2020), pada awal pekan ini, Pentagon membuat proposal untuk menempatkan SMIC dalam daftar hitam ke End User Committee, sebuah panel yang dipimpin oleh Departemen Perdagangan yang juga mencakup Departemen Negara dan Energi AS, mereka bertugas membuat keputusan tentang daftar entitas. Tidak jelas apakah lembaga lain mendukung rencana tersebut.

Administrasi Trump terus menambahkan daftar hitam atau daftar entitas yang sekarang telah mencakup lebih dari 275 perusahaan Tiongkok. Daftar hitam ini akan mempersulit bahkan melarang perusahaan-perusahaan Tiongkok tersebut untuk menggunakan teknologi dari AS.

SMIC termasuk produsen chip terbesar Tiongkok. Perusahaan AS termasuk Lam Research, KLA Corp dan Applied Materials yang memasok peralatan pembuatan chip utama, dapat terpengaruh oleh kemungkinan daftar entitas tersebut.

Pemerintah AS semakin berfokus pada perusahaan Tiongkok yang mendukung militer Beijing. Bulan lalu, Amerika Serikat memasukkan 24 perusahaan Tiongkok ke dalam daftar hitam dan menargetkan individu yang dikatakannya sebagai bagian dari konstruksi dan tindakan militer di Laut Tiongkok Selatan, sanksi pertama AS terhadap Beijing atas jalur perairan strategis yang disengketakan.

Departemen Pertahanan AS juga telah merilis dua daftar perusahaan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir yang diklaim dimiliki atau dikendalikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Penunjukan tersebut memberi Presiden AS Donald Trump wewenang untuk menempatkan mereka dalam daftar hitam yang lebih ketat, tetapi sejauh ini belum ada tindakan yang diambil. (*)

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

Diserang Perwakilan AS untuk PBB, China Respon Begini...

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

AS Terus Salahkan China Atas Virus, China Siap Balas Jika Dirugikan

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kemenlu China: Pekerja Xinjiang Bukan Kerja Paksa

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Ungkap Rincian Visa BNO yang Kontroversial untuk Penduduk HK

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Hakim AS Tidak Setuju Hapus WeChat dari Toko Aplikasi

 

logo clock 24-10-2020, 13:13
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral