Tiongkok: Kedutaan Australia Halangi Penegakan Hukum

logo clock 3 Menit logo clock 11-09-2020, 09:18

Jubir Kemenlu Tiongkok, Zhao Lijian - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Tiongkok pada Kamis (10/9/2002) mengatakan Kedutaan Australia di Tiongkok menghalangi penegakan hukum ketika melindungi dua jurnalis yang menjadi terduga tersangka di negara itu.

Polisi Tiongkok pada pekan lalu mengatakan kepada koresponden dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan Australian Financial Review (AFR) bahwa mereka dilarang meninggalkan Tiongkok dan dicari untuk diinterogasi sehubungan dengan kasus Cheng Lei, seorang jurnalis Australia yang saat ini ditahan di Tiongkok, dilansir dari Reuters, Jumat (11/9/2020).

Para jurnalis tersebut kemudian berlindung di Kedutaan Besar Australia di Beijing dan Konsulat Jenderal Australia di Shanghai selama beberapa hari, sementara para diplomat bernegosiasi dengan pejabat Tiongkok untuk mengizinkan mereka pergi, kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.

“Kedutaan Australia di Tiongkok memberikan perlindungan kepada jurnalis terkait (memungkinkan mereka) untuk menghindari penyelidikan Tiongkok. Ini adalah gangguan terang-terangan dalam penegakan hukum normal Tiongkok," ungkap Zhao Lijian (赵立坚), juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Keduanya akhirnya diinterogasi oleh Kementerian Keamanan Negara Tiongkok sebelum keberangkatan mereka. 

“Tindakan ini melampaui ruang lingkup layanan konsuler dan pihak Australia harus memberikan penjelasan,” pungkas Zhao saat berbicara pada konferensi pers harian di Beijing, Kamis (10/9/2020).

Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan antara Tiongkok dan Australia meningkat dalam beberapa hari terakhir karena kedua belah pihak saling menuduh membahayakan keselamatan jurnalis mereka. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa interogasi terhadap jurnalis adalah bagian dari penegakan hukum dan berjalan dengan normal.

Cheng Lei, seorang warga negara Australia dan pembawa berita terkenal di televisi pemerintah Tiongkok ditahan di Tiongkok pada bulan Agustus lalu. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menjelaskan bahwa dia dicurigai melakukan kegiatan ilegal, tetapi Australia mengatakan mereka tidak tahu mengapa dia ditahan.

Minggu ini, Tiongkok mengatakan empat jurnalis yang bekerja untuk media pemerintah di Australia "dilecehkan dan ditindas" dalam insiden yang sebelumnya tidak diungkapkan pada bulan Juni lalu ketika otoritas intelijen Australia menggerebek rumah mereka dan menyita perangkat elektronik.

Mereka mengatakan penggerebekan itu terkait dengan investigasi anti-interferensi yang masih berlangsung di Australia.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Hakim AS Tidak Setuju Hapus WeChat dari Toko Aplikasi

 

logo clock 24-10-2020, 13:13
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Langgar Komitmen Terkait Paspor BNO, China Tak Akan Tinggal Diam

 

logo clock 24-10-2020, 12:17
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Perkuat Kerjasama dengan Bangladesh dan Maroko Pasca Pandemi

 

logo clock 24-10-2020, 11:41
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Donald Trump Bilang Vaksin COVID-19 Sudah Siap, Ini Faktanya

 

logo clock 24-10-2020, 07:07
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Mengharukan, Putri Pahlawan Perang Ini Akhirnya Temukan Makam Sang Ayah

 

logo clock 23-10-2020, 16:33
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral