Indonesia Kalah dengan Vietnam, Manfaatkan Relokasi Industri China

logo clock 3 Menit logo clock 09-10-2020, 14:39

Pemanfaatkan Relokasi Industri dari China, Indonesia Belum Siap? - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Indonesia dinilai belum berhasil memanfaatkan peluang relokasi industri dari Tiongkok. Menurut Head of Asia-Pacific Sovereigns Fitch Ratings, Stephen Schwartz, Indonesia kalah dari Vietnam yang dinilai lebih mampu melahap peluang tersebut.

"Indonesia benar-benar belum mendapat keuntungan dari perubahan itu. Vietnam yang telah menjadi penerima yang besar," ungkap Schwartz dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (8/10/2020).

Schwartz berpendapat, belum mampunya Indonesia memanfaatkan peluang relokasi pabrik dari Tiongkok dikarenakan industri di dalam negeri cenderung tertinggal dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dari segi kapasitas hingga kualitas produk, Indonesia dinilai masih tertinggal. Jika dibandingkan dengan negara asia lainnya, mayoritas produk ekspor Indonesia merupakan komoditas mentah, seperti minyak dan batu bara.

"Ini sangat tertinggal dari beberapa negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia, bahkan Filipina dalam hal produksi manufaktur," terang Schwartz.

Pemain industri manufaktur yang membangun pabrik di Tiongkok melakukan relokasi pabrik-pabrik mereka dikarenakan kenaikan biaya produksi. Schwartz menerangkan bahwa pabrik-pabrik ini tengah mencari basis produksi yang lebih kompetitif dan ingin mendiversifikasi rantai pasokan.

Sementara itu, Schwartz juga menilai permasalahan pelayanan birokrasi juga menjadi faktor tambahan yang membuat peluang aliran investasi tersebut tidak bisa ditampung oleh Indonesia. "Jadi jika reformasi semacam ini dilaksanakan dan berhasil dari waktu ke waktu, ini dapat menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih baik untuk mengambil sebagian dari arus masuk tersebut," katanya.

Di lain sisi, Schwartz juga menilai UU Omnibus Law Cipta Kerja dapat menjadi salah satu katalis yang baik dalam mendorong investasi di Indonesia. Akan tetapi, para investor masih membutuhkan waktu untuk melihat progres dari implementasi undang-undang tersebut. Jika berjalan lancar, bukan tidak mungkin banyak pabrik dari Tiongkok relokasi ke Indonesia.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Hari Dokter Indonesia 24 Oktober, Inilah Sejarahnya

 

logo clock 24-10-2020, 12:22
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Layang-layang Nyangkut Roda Citilink Saat Landing di Yogya

 

logo clock 24-10-2020, 11:42
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inilah Prioritas Orang yang Akan Di-vaksin Corona di Indonesia

 

logo clock 23-10-2020, 13:42
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Ternyata Norovirus Juga Muncul di Indonesia. Cek Faktanya...

 

logo clock 23-10-2020, 12:50
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Waspada Penipuan Layanan Online Selama PSBB, Simak Tipsnya

 

logo clock 22-10-2020, 11:34
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral