Baca dalam 3 menit

Nostalgia 60 Tahun "Perjanjian Sino-Rusia"

SHARE ARTIKEL

Dinasti Qing dan Rusia Tandatangani Perjanjian Sino-Rusia - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Hari ini, 14 November, 60 tahun lalu, komisaris kaisar Dinasti Qing, Pangeran Yixin, dan utusan Rusia Nikolay Ignatyev menandatangani "Perjanjian Sino-Rusia Beijing" yang juga dikenal sebagai "Perjanjian Pembaruan Sino-Rusia".

Isi perjanjian tersebut sebanyak 15 paragraf, poin utama dari perjanjian tersebut adalah:

(1) Pengakuan "Perjanjian Aigun" yang ditandatangani pada 1858, yaitu perjanjian yang menetapkan perbatasan antara Kekaisaran Rusia dan Tiongkok di sepanjang Sungai Amur.

(2) Memberikan sekitar 400.000 kilometer persegi wilayah Tiongkok di sebelah timur Sungai Ussuri, termasuk Pulau Sakhalin, ke tangan Rusia, yang semula direncanakan akan dikelola bersama oleh kedua negara.

(3) Menetapkan batas bagian barat wilayah Tiongkok dan Rusia, Danau Zaysan dan Issyk Kul yang aslinya milik Tiongkok, ditetapkan sebagai danau pembatas. 

Dengan begitu, Tiongkok tidak hanya memindahkan perbatasan barat Tiongkok dari Danau Balkhash ke timur, tetapi juga memberikan "dasar" perjanjian bagi Rusia untuk semakin melanggar batas wilayah Tiongkok di sebelah timur dan selatan danau. 

Pada saat itu, Tsar Rusia memanfaatkan Perang Candu Kedua, memanfaatkan kesengsaraan rakyat, dan dengan mudah menjarah lebih dari 1 juta kilometer persegi wilayah Tiongkok.

Terkait

culture

Mongolia Dalam Selamatkan Arsip Sejarah Invasi Jepan

  • Dwi
  • 08 Jul 2020

culture

Lebih dari 100 Benda Zaman Neolitikum Digali di Tion

  • Isna Fauziah
  • 16 Jul 2020

culture

Tiongkok - Jepang Bikin Film Dokumenter Anak Yatim J

  • Aisyah Hidayatullah
  • 18 Jul 2020

culture

36.000 Barang Antik, Rekam Sejarah Revolusioner Tion

  • Isna Fauziah
  • 22 Jul 2020

international

Kota-Kota di Tiongkok Beri Penghormatan pada Peringa

  • Aisyah Hidayatullah
  • 19 Sep 2020

international

Sejarah Hari Ini, HUT Hubungan Diplomatik China - Ug

  • Aisyah Hidayatullah
  • 18 Oct 2020
Logo follow bolong