Baca dalam 3 menit

Di Resto Ini, Masakan Western Jadi Favorit Masyarakat China

Waktu Publish : 17 Feb 2021, 16:21 WIB
Sumber : China Daily
SHARE ARTIKEL

set sarapan ala Timur-Barat - Image from Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silahkan hubungi kami.

Shanghai, Bolong.id - Bagi banyak warga Tiongkok, sarapan yang memuaskan adalah bubur panas atau roti kukus. Sandwich dingin, yang biasanya populer di kalangan orang Barat, mungkin jadi pilihan terakhir yang ada di benak mereka.

Tetapi itu tidak berarti bahwa konsumen, terutama mereka yang tinggal di kota kosmopolitan seperti Shanghai, akan menghindari segala sesuatu yang dianggap “Barat” untuk sarapan. 

Dilansir dari China Daily, Rabu (17/02/2021) kopi adalah salah satu minuman yang tidak dapat dilewatkan oleh banyak orang saat ini.

Untuk memenuhi permintaan sarapan yang menggabungkan elemen Timur dan Barat, perusahaan makanan telah meluncurkan sejumlah penawaran baru untuk menarik pelanggan.

Salah satu contohnya adalah Shanghai Qiao Coffee, yang diluncurkan oleh perusahaan makanan lokal ternama Qiaojiashan pada akhir tahun 2019. 

Selain dim sum tradisional, toko ini juga menjual berbagai jenis kopi seperti cold brew, flat white, bahkan sweet fermented-rice latte.

Kopi terlaris, menurut restoran, adalah pilihan yang dibuat langsung oleh barista yang terbuat dari biji kopi Guixia langka yang dianugerahi lebih dari 90 poin dalam sistem penilaian Asosiasi Kopi Khusus.

Gerai pertama Shanghai Qiao Coffee ternyata sukses, lalu perusahaan membuka cabang keduanya di West Bund pada bulan Januari.

Menurut Shen Yan, wakil manajer Shanghai Qiaojiashan Food Development Co Ltd, set sarapan paling populer saat ini adalah roti sayur kukus yang dipadukan dengan kopi hitam.

"Kalori yang didapat dari makanan yang menampilkan dim sum khas Tiongkok dan kopi lebih sedikit daripada sarapan ala Barat. Karena roti kukus memiliki hampir 200 kalori dan secangkir Americano hampir tidak memiliki kalori, kombinasi ini dapat dianggap sehat dan lezat, "kata Shen, dikutip dari China Dialy, Rabu (17/2/2021).

Bahkan pemain yang lebih kecil dalam kancah makanan mengambil bagian dalam bandwagon sarapan Timur-Barat. 

Banyak toko kecil, terutama yang berada di daerah Wujiaochang di distrik Yangpu, di mana banyak universitas dan perguruan tinggi berada, telah mulai memperkenalkan paket seperti kopi drip dengan babi asap panggang dan sandwich dengan susu kedelai.

Perusahaan makanan barat juga telah meluncurkan pilihan sarapan khas Tiongkok. Pizza Hut, misalnya, sekarang menawarkan mi kering panas, atau re gan mian, hidangan tradisional Wuhan di provinsi Hubei, sementara KFC dan McDonalds masing-masing menawarkan paket nasi dan roti gaya Shaanxi.

"Munculnya lebih banyak kombinasi pilihan sarapan menunjukkan bahwa potensi permintaan sedang dikenali. Hal ini pada akhirnya akan kondusif bagi perkembangan pasar," kata Shen.

"Konsumen dan bahkan warisan budaya juga akan mendapat keuntungan dari persaingan yang meningkat. Jika bukan karena tren saat ini yang telah menghidupkan kembali minat pada kue-kue tradisional tertentu, makanan ini bisa segera hilang dari sejarah." pungkasnya.


Agi Widjaya/Penerjemah

Terkait

news

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Corona, Bag...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 20 Mar 2020

news

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan Wisata Se...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 21 Mar 2020

technology

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Dian Aprilia
  • 20 Mar 2020

technology

Teknologi Hebat Tiongkok yang Digunakan di Indonesia 

  • Dian Aprilia
  • 21 Mar 2020

news

Kisah-kisah Warga Indonesia di China Selama Corona

  • Isfatu Fadhilatul
  • 21 Mar 2020

news

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga...

  • Dian Aprilia
  • 21 Mar 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong