Baca dalam 3 menit

Trenggiling Tak Lagi Jadi Bahan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Waktu Publish : 03 Jul 2020, 13:41 WIB
SHARE ARTIKEL

Trenggiling - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Melansir Global Times, Tiongkok resmi merilis Farmakope Tiongkok (Chinese Pharmacopeia) versi terbaru tahun 2020, hari Kamis (2/7/20) kemarin, dan akan diberlakukan pada 30 Desember 2020 mendatang. Di dalam versi terbaru ini, trenggiling tak lagi masuk dalam daftar Farmakope Tiongkok. Farmakope adalah buku standar obat yang dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah, yang menguraikan tentang obat-obatan, bahan kimia dalam obat dan sifatnya, khasiat obat dan dosis yang dilazimkan.

Dalam Farmakope Tiongkok versi sebelumnya, tertulis “spesies liar yang menuju kepunahan akan ditarik dari farmakope.” Trenggiling tak lagi masuk dalam daftar farmakope, karena per 5 Juni 2020 lalu, Tiongkok mengumumkan kalau trenggiling, yang sebelumnya berada di peringkat kedua hewan yang dilindungi, menjadi peringkat satu. Mengingat jumlah hewan yang sudah menjadi bahan pengobatan sejak ratusan tahun itu populasinya menurun dengan cepat, karena perburuan yang berlebihan dan perusakan habitatnya.

Cheng Weidong (程卫东)seorang ahli pengobatan tradisional Tiongkok dari Southern Medical University(南方医科大学中医药)mengatakan, setelah farmakope versi terbaru rilis, trenggiling tidak akan lagi diizinkan untuk digunakan di pabrik-pabrik farmasi. (*)


Banner Kanan
Logo follow bolong