China Segera Daratkan Astronot di Permukaan Bulan

logo clock 4 Menit logo clock 20-09-2020, 12:35

Konferensi China Space 2020, Fujian 18 September 2020. - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Tiongkok bertekad mendaratkan astronotnya di bulan, serta mendirikan stasiun ilmiah di sana.

Jumat (18/8/20), Zhou Yanfei, wakil kepala perancang Program Luar Angkasa Berawak Tiongkok (中国载人航天计划), mengatakan bahwa Tiongkok ingin menggunakan misi bulan berawak untuk melakukan survei ilmiah dan demonstrasi teknologi. Tak hanya itu, Tiongkok pun sedang mencari cara untuk mengembangkan sumber daya bulan dan memperkuat teknologi luar angkasa negara tersebut. 

"Tidak seperti negara lain, Tiongkok harus bergantung pada sains dan teknologinya sendiri untuk mewujudkan tujuan itu," ujarnya, dikutip dari China Daily, Sabtu (19/9/20).

Tiongkok dapat secara mandiri mendaratkan astronotnya di bulan karena memiliki teknologi, dan sekelompok ahli profesional yang sudah terlatih dan inovatif, serta sistem penelitian dan manajemen efisiensi tinggi, tambahnya.

Perancang dan insinyur Tiongkok yang berkaitan telah melakukan penelitian kelayakan dan membahas semua aspek program bulan berawak.

"Roket pengangkut kami yang sudah ada tidak dapat melakukan misi pendaratan ke bulan karena tidak cukup kuat. Sementara pesawat luar angkasa berawak seri Shenzhou tidak cocok untuk ekspedisi bulan. Kami tidak memiliki kapsul pendaratan di bulan," kata Zhou.

"Sistem pendukung kami di darat, dirancang untuk operasi di orbit rendah, yaitu di bumi. Terlebih lagi, astronot Tiongkok tidak memiliki pengalaman bekerja dengan benda luar angkasa, jadi langkah pertama misi ini adalah membuat roket peluncuran yang kuat."

Zhou mengatakan para peneliti memulai dua pendekatan, pertama membuat roket pengangkat beban berat, yang mampu mengerahkan lebih dari 35 metrik ton muatan dalam orbit transfer bulan. Kedua, memodifikasi roket generasi berikutnya yang dirancang untuk membawa astronot, pendekatan kedua ini sedang dalam pengembangan.

Peneliti lebih memilih pendekatan yang kedua karena akan lebih mudah untuk dirancang dan dibuat, dan diperkirakan waktu pengoperasiannya akan jauh lebih cepat.

Roket tersebut akan digunakan untuk mengangkut astronot dan komponen lain, ke orbit transfer bulan untuk merakit kapsul pendaratan, yang kemudian akan membawa astronot ke bulan, tambah Zhou.

Roket baru ini sedang dirancang di China Academy of Launch Vehicle Technology (中国运载火箭技术研究院). Badan utama roket ini tingginya akan mencapai 87 meter, dengan diameter 5 meter, yang akan membuatnya hampir dua kali lebih tinggi dari Long March 5, yang saat ini menjadi roket terbesar di Tiongkok.

Roket raksasa tersebut akan memiliki berat lepas landas sekitar 2.200 metrik ton, hampir tiga kali lipat dari Long March 5.

Dengan berat sebesar itu, memungkinkan roket untuk membawa pesawat ruang angkasa seberat 25 ton, dan membawanya ke bulan.

Penulis : Della Shafira Putri
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Jaringan 5G China Miliki Lebih Dari 600.000 Stasiun Pemancar

 

logo clock 19-10-2020, 14:20
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

World Young Scientist Summit 2020 Dibuka di China Timur

 

logo clock 19-10-2020, 11:53
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Game Simulasi China, Cari Pengaruh Dunia Lewat Konten Budaya Tradisional

 

logo clock 19-10-2020, 11:37
logo clock Baca ini dalam 7 Menit
logo share

China-ASEAN Gelar Pameran Teknologi dan Inovasi Pendidikan

 

logo clock 19-10-2020, 11:12
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pameran Pos dan Telekomunikasi Tahunan Tampilkan Tren Pasar 5G di China

 

logo clock 17-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral