Baca dalam 3 menit

Analis China: Presiden Biden Bijak Terkait Operasi Tiktok di AS

Waktu Publish : 18 Feb 2021, 09:24 WIB
SHARE ARTIKEL


Tiktok - Image from Liputan6

Baijing, Bolong.id - Analis internet di Beijing, Tiongkok, Liu Dingding mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Joe Biden bisa lebih bijak terkait Tiktok di AS. Tiktok bisa memperluas penggunaan internet AS. Juga menumbuhkan kreativitas warga.

Komentar itu muncul ketika ByteDance, perusahaan induk TikTok, dilaporkan menunda rencana untuk menjual aset AS-nya ke grup yang dipimpin oleh Oracle dan Walmart, setelah keluarnya Donald Trump dari Gedung Putih. Dilansir daro Global Times pada Senin (15/02/2021).

“Kesepakatan itu terutama dirancang untuk memenuhi tuntutan dari pemerintahan Trump. Tapi Trump pergi, dan alasan kesepakatan itu hilang bersamanya, ”kata sumber itu. 

Sebelumnya, mantan Presiden AS Donald Trump pernah memerintahkan aplikasi video Tiktok untuk dijual ke perusahaan Amerika atau sekelompok perusahaan AS, tahun lalu, dengan alasan masalah keamanan nasional. Oracle dan Walmart mengalahkan Microsoft untuk menjadi pelopor pembelian TikTok. 

Dalam perkembangan terkait minggu lalu, pemerintahan Biden memutuskan untuk menunda banding pemerintah atas keputusan hakim pengadilan distrik federal pada Desember 2020 yang menentang larangan TikTok.

Tampaknya pemerintahan Biden mengambil "jalan yang lebih pintar" daripada pendahulunya - intervensi paling sedikit dalam operasi bisnis normal serta memanfaatkan keunggulan teknologi orang lain untuk menciptakan pekerjaan dengan gaji yang baik di AS, kata Liu Dingding.

TikTok yang makmur juga akan membawa angin segar ke sektor internet di AS, memberikan "banyak peluang baru" bagi pengembang dan kaum muda di AS yang ingin berkreasi dan berinovasi di platform tersebut, kata Liu.

Liu mengatakan bahwa penjualan ke perusahaan AS mungkin bukan pilihan terbaik bagi mereka yang ingin berbagi dividen dari bisnis TikTok yang berkembang di pasar AS.

Pada tahun 2020, jumlah unduhan TikTok menduduki puncak daftar peringkat aplikasi seluler AS. Saat ini, TikTok memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif di AS, hampir sepertiga dari populasi AS.

Pendapatan TikTok pada Januari naik 3,8 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu, sebuah laporan yang dirilis oleh perusahaan riset data Sensor Tower menunjukkan. Sekitar 82 persen dari pendapatan itu dihasilkan oleh Douyin, TikTok versi Tiongkok, sedangkan pasar AS dan Turki masing-masing menyumbang 8 persen dan 2 persen.

Terlepas dari peningkatan pesat pengguna biasa di AS, TikTok merencanakan ekspansi agresif ke e-commerce di marekt AS, lapor Financial Times, mengutip orang-orang yang telah melihat rencana aplikasi untuk fitur-fitur baru yang dapat diperkenalkan pada tahun 2021.

“Meskipun, kami umumnya mengambil pandangan positif bahwa Biden akan menghormati aturan bisnis dalam kebijakannya di masa depan, masih ada ketidakpastian dalam operasi TikTok di AS di masa mendatang, seperti masalah privasi dan biaya anti-trust,” Liu memperingatkan. (*)

Alifa Asnia/Penerjemah

Terkait

technology

Tawarkan Hadiah Uang Tunai, Ini Dia Si Penantang Baru TikTok...

  • Oki
  • 29 May 2020

news

Semakin Sengit Aja, India Kini Blokir Aplikasi Tiongkok

  • Aisyah Hidayatullah
  • 30 Jun 2020

news

TikTok dan WeChat Dilarang India, Pengguna Nelangsa

  • Aisyah Hidayatullah
  • 03 Jul 2020

news

ASTAGA, TikTok Akan Keluar dari Hong Kong

  • Aisyah Hidayatullah
  • 07 Jul 2020

news

Pompeo: AS Berusaha Larang Media Sosial Tiongkok, Termasuk T...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 08 Jul 2020

technology

TikTok Hapus 49 Juta Video Tak Pantas di Semester II 2019

  • Yohana Intan
  • 13 Jul 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong