Baca dalam 3 menit

Pendapatan CanSino BIO Meroket 500 Kali

Waktu Publish : 21 Jul 2021, 07:53 WIB
SHARE ARTIKEL

Perusahaan CanSino BIO - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id- Produsen vaksin COVID-19, CanSino Biotech Co., Ltd. mengungkapkan perkiraan kinerja Januari -Juni 2021, Mengubah rugi jadi laba. Pendapatan 2 miliar yuan (4,4 triliun rupiah), naik 500 kali dibanding periode sama tahun 2020.

Dilansir dari 中国经济网 , Selasa (20/07/2021), tepatnya pendapatan naik 1,996 miliar yuan menjadi 2,196 miliar yuan (4,9 triliun rupiah).

Laba bersih perusahaan induk 900 juta yuan (2 triliun rupiah) menjadi 1,05 miliar yuan (2,3 triliun rupiah), dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Itu mengubah kerugian menjadi keuntungan, meningkat 1,02 miliar yuan (2,2 triliun rupiah) menjadi 1.152 miliar yuan (2,5 triliun rupiah).

Menanggapi perubahan kinerja, CanSino menjelaskan bahwa selama periode pelaporan, vaksin COVID-19 rekombinan CanSino (vektor adenovirus tipe 5) telah memperoleh otorisasi penggunaan darurat dari Meksiko, Pakistan, dan negara lain, dan juga persetujuan daftar bersyarat Tiongkok, yang telah berkontribusi pada pendapatan usaha utama perusahaan dan laba bersih yang diperoleh.

CanSino terutama terlibat dalam penelitian dan pengembangan, produksi dan komersialisasi vaksin, dan telah membentuk jalur penelitian dan pengembangan untuk 16 produk vaksin inovatif di 13 bidang penyakit, meliputi COVID-19, penyakit virus Ebola, tuberkulosis, meningitis, herpes zoster, dan berbagai penyakit lainnya.

Namun, dengan pengecualian vaksin vektor COVID-19 dan vaksin konjugat polisakarida meningokokus bivalen yang diluncurkan tahun ini, produk lain masih dalam tahap pengembangan dan belum menghasilkan keuntungan.

Terkait kinerja di atas,Tianfeng Securities menilai CanSino sebagai pelopor vaksin inovatif, CanSino akan secara bertahap disetujui untuk daftar vaksin yang sedang diteliti.

Diharapkan pula pendapatan perusahaan pada tahun 2021-2023 akan masing-masing mencapai 7.9 miliar yuan (17,7 triliun rupiah), 8.4 miiliar yuan (18,8 triliun rupiah) dan 3,8 miliar yuan (8,5 triliun rupiah).

Namun, perusahaan mungkin memiliki risiko dalam penjualan vaksin vektor COVID-19 akan tidak sebaik yang diharapkan, persetujuan produk yang sedang dikembangkan tidak seperti yang diharapkan, pelepasan kapasitas produksi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan penelitian dan pengembangan yang tidak sesuai seperti yang diharapkan.

Dipahami bahwa saat ini, Badan Pengawas Makanan dan Obat Negara Tiongkok telah menyetujui 22 vaksin COVID-19 dari lima rute teknis untuk memasuki uji klinis, menyetujui 4 vaksin COVID-19 untuk dipasarkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan, dan mengorganisir demonstrasi dan setuju untuk penggunaan darurat 3 vaksin COVID-19 lainnya sesuai undang-undang. (*)

Terkait

news

Hong Kong Donasikan 7,5 Juta Dosis AstraZeneca kepada COVAX

  • Esy Gracia
  • 16 Oct 2021

health

Mengenal Zifivax, Vaksin Corona China yang Masuk Indonesia

  • Djono W. Oesman
  • 13 Oct 2021

news

Dua Vaksin China Jadi Syarat Pelancong Masuk AS

  • Djono W. Oesman
  • 12 Oct 2021

news

Vaksin China Jadi Senjata bagi Amerika Latin

  • Djono W. Oesman
  • 11 Oct 2021

news

MUI Nyatakan Vaksin Zifivax Halal

  • Lupita
  • 10 Oct 2021

news

Aljazair Kerjasama dengan Sinovac Produksi Vaksin

  • Esy Gracia
  • 08 Oct 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong