Lama Baca 3 Menit

China Undang 11 Raksasa Teknologi untuk Bicarakan Isu Deep Fake dan Keamanan Internet

21 March 2021, 10:41 WIB

China Undang 11 Raksasa Teknologi untuk Bicarakan Isu Deep Fake dan Keamanan Internet-Image-1

Kantor Salah Satu Raksasa Teknologi Tiongkok, Tencent - Image from BBC UK

Beijing, Bolong.id - Otoritas Tiongkok telah memanggil 11 perusahaan teknologi termasuk Tencent, Alibaba, dan pemilik TikTok ByteDance untuk membicarakan isu deep fake dan keamanan ruang maya pada Kamis (18/3). Aksi ini dinilai dilakukan Beijing untuk menarik perhatian sektor digital Tiongkok yang mulai tak terkendali perkembangannya.

Administrasi Ruang Maya Tiongkok atau The Cyberspace Administration of China (CAC) menjelaskan, pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut terkait dengan perangkat lunak suara yang belum menjalani prosedur penilaian keamanan serta maraknya penerapan teknologi deep fake. Perusahaan-perusahaan tersebut pun harus melaporkan kepada pemerintah rencana penambahan fitur baru yang berpotensi memiliki kemampuan untuk memobilisasi masyarakat.

Dilaporkan oleh Channel News Asia, dalam pertemuan yang bertujuan untuk memastikan dipatuhinya peraturan, dilaksanakannya pengujian keamanan, dan diambilnya "tindakan perbaikan yang efektif" jika potensi bahaya ditemukan itu, turut hadir pula produsen gadget Xiaomi, pesaing TikTok Kuaishou dan penyedia layanan streaming musik NetEase Cloud Music. Sampai berita ini ditulis, belum ada perusahaan yang berkomentar terkait pembicaraan dengan CAC ini.

Sebagai informasi, deep fake adalah teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat video
dan audio hiper-realistis palsu. Teknologi ini memungkinkan pemalsuan seperti menampilkan secara virtual seseorang mengatakan dan melakukan sesuatu padahal orang tersebut tidak melakukannya.

Sementara itu, Tiongkok telah meningkatkan pengawasan terhadap raksasa internetnya dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini juga didasarkan oleh kekhawatiran atas terjadinya tindakan monopoli dan pelanggaran hak konsumen.

Pekan lalu, 12 perusahaan Tiongkok terkena denda karena diduga melanggar aturan monopoli. Sebelumnya,  presiden Tiongkok Xi Jinping pun menghentikan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai US $ 34 miliar oleh anak perusahaan Alibaba, Ant Group. Jack Ma, pendirinya, pun dipanggil dan penyelidikan terhadap praktik bisnis Alibaba yang dianggap monopoli pun dibuka.

Selain itu, tak berapa lama sebelum pemberitahuan CAC, Tiongkok juga memblokir aplikasi audio khusus undangan asal Amerika Serikat, Clubhouse. Pasalnya, baru sebentar beroperasi di Tiongkok, aplikasi ini memicu kemunculan aplikasi serupa. Tak hanya ByteDance dan pesaingnya, Kuaishou, Xiaomi pun membuat Mi Talk, layanan audio khusus undangan bertarget kalangan profesional. (*)