Baca dalam 4 menit

Anda Mencari Pasangan Hidup? Coba Tengok Pasar Jodoh Shanghai!

Waktu Publish : 08 Apr 2021, 15:58 WIB
SHARE ARTIKEL

Orang Tua di Depan Kertas Biodata Pasar Jodoh Shanghai - Image from https://www.atlasobscura.com/

Shanghai, Bolong.id - Diterjemahkan secara harfiah sebagai "sudut kencan buta", Pasar Jodoh Shanghai telah membantu orang tua mengatur kencan buta untuk anak-anak mereka sejak tahun 1996. Lebih terlihat seperti bazar daripada "aplikasi kencan di kehidupan nyata", di tempat ini para orang tua membayar untuk memasang pamflet biografi dan fakta tentang anak-anak mereka, dengan harapan mereka akan dilirik oleh orang tua lain.

Biodata atau profil yang dipajang - Image from atlasobscura.com

Dilansir dari The Chairman’s Bao, alih-alih gambar dan nama, orang tua menyertakan detail seperti gaji, berat badan, hobi, pendidikan, kepemilikan rumah, dan apakah anak-anak mereka minum atau merokok. Di kota berpenduduk 24 juta jiwa itu, menemukan jodoh yang tepat dapat terasa seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Karenanya, banyak orang tua mengambil inisiatif sendiri untuk menjodohkan anak-anak mereka dengan tetap berkomunikasi dengan baik dalam prosesnya.

Situasi Pasar Jodoh Shanghai - Image from Dateline Shanghai

Pernikahan dalam Budaya Tionghoa

Di Tiongkok, orang cenderung menikah lebih muda mengingat orang tua sering mengatakan bahwa melihat anak mereka menikah dan akhirnya memiliki cucu adalah tanggung jawab terakhir yang mereka miliki dalam hidup. Setelah itu, giliran anak-anak mereka yang menjaga mereka dan banyak orang tua pindah ke rumah sang anak untuk menghabiskan usia tua. Dengan demikian mereka pun dapat membantu mengasuh cucu.

Keinginan untuk menunaikan tanggung jawab itu yang kemudian menuntun orang tua di Tiongkok ke Pasar Jodoh Shanghai. Selama lima jam setiap sore akhir pekan di People's Park di Shanghai, lembar biodata diiklankan, baik ketika hujan maupun cerah. Para orang tua seringkali dijumpai berada di sekitar kios dengan buku catatan di tangan, menimbang kekurangan dan kelebihan dari setiap calon pelamar.

Orang Tua di depan Kertas Profil yang Dipajang - Image from atlasobscura.com

Pernikahan di Tiongkok lebih dari sekedar romansa. Pernikahan dipandang juga memperkuat status sosial keluarga dan stabilitas keuangan. Pengaruh orang tua dalam kehidupan cinta anak-anak mereka adalah sesuatu yang tertanam dalam budaya Tiongkok, sebuah praktik yang dimulai sejak zaman kekaisaran.

Sementara itu, sebagai akibat kebijakan satu anak di masa lalu, Tiongkok sekarang memiliki jumlah laki-laki yang tidak proporsional. Hal ini dapat menimbulkan tekanan tambahan pada orang tua pria lajang karena menemukan calon pasangan bagi anak-anak mereka menjadi lebih kompetitif.

Di lain sisi, wanita menghadapi tantangan berbeda di Tiongkok saat mencari calon pasangan. Wanita di Tiongkok kini berpendidikan tinggi dan didorong oleh karier, sehingga menghindari praktik tradisional menikah sebelum mereka mencapai 27 tahun. Pemikiran bahwa anak perempuan mereka mungkin tidak akan pernah menikah atau mencapai usia di mana dia dianggap "terlalu tua" untuk menikah di mata orang tua lain adalah situasi yang menimbulkan ketakutan bagi banyak orang tua. (*)

Orang Tua disamping Biodata dan Memegang Foto - Image from Gillian Bolsover

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong