Lama Baca 4 Menit

Beli Minyak Goreng Harus Fotocopy KK dan Beri Bukti Vaksin, Warganet Heran

21 February 2022, 16:30 WIB

Beli Minyak Goreng Harus Fotocopy KK dan Beri Bukti Vaksin, Warganet Heran-Image-1

Viral Syarat Beli Minyak Goreng Wajib Fotocopy KK dan Bukti Vaksin. (Instagram/@video_medsos) - Image from media.suara.com

Jakarta, Bolong.id - Baru-baru ini publiki dikejutkan dengan unggahan bertulisan syarat bagi pembeli minyak goreng di sebuah minimarket. Warga dibuat heran lantaran hanya untuk pembelian minyak goreng wajib membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan bukti vaksin.

Syarat itu diberikan atas imbas kelangkaan minyak goreng yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia. Setelah dibagikan oleh akun Instagram @/video_medsos, syarat yang ditulis tangan tersebut langsung viral.

Akun ini membagikan foto mengenai pengumuman di sebuah minimarket mengenai minyak goreng. Pengumuman berupa aturan itu ditempel di bagian rak minyak goreng, dengan memberi keterangan "Komentar kalian apa bosku?".

Dalam aturan itu, pelanggan yang mau membeli minyak goreng harus menunjukkan fotocopy Kartu Keluarga di kasir. Selain itu, pembeli juga harus bisa menunjukkan bukti telah melakukan vaksin Covid-19.

Aturan ini diberikan khusus warga yang berniat membeli minyak kepala harga subsidi.

"Perhatian!!! Setiap pembelian minyak kelapa harga subsidi wajib sertakan fotocopy Kartu Keluarga dan Bukti Vaksin," tulis pengumuman minimarket tersebut.

Minimarket ini juga memberikan informasi tambahan mengenai program pemerintah. Rupanya, minimarket ini juga melayani pembelian minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter.

Hal tersebut sesuai dengan kebijakan program pemerintah. Karena itu, sejumlah merek minyak goreng disamakan harganya sebesar Rp 14 ribu per liter oleh minimarket ini.

Lokasi minimarket yang meminta syarat fotocopy Kartu Keluarga dan bukti vaksin itu belum diketahui dengan jelas. Namun, foto itu diketahui diambil pada tanggal 18 Februari 2022.

Aturan viral tersebut, langsung membuat warganet panas. Mereka membanjiri kolom komentar postingan tersebut dengan beragam pendapat. Banyak warganet yang memprotes syarat tersebut karena dinilai tidak masuk akal.

"Ribet banget woy!!!" sahut warganet.

"Wajib punya BPJS gak tuh?" sentil warganet.

"Apa hubungannya vaksin sama minyak goreng?" tanya warganet.

"Mau beli minyak aja ribet banget sih uy," protes warganet.

Hal ini dikarenakan kelangkaan minyak goreng di pasaran, sehingga membuat harga minyak goreng tiba-tiba melambung tinggi.

Ekonom senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menjelaskan, kelangkaan minyak goreng terjadi karena pemerintah lebih memanjakan biodiesel ketimbang untuk urusan perut rakyatnya.

"Sekarang pemerintah lebih mengedepankan buat energi, buat perut urusan belakangan. Makanya buat energi dimanja, buat perut tidak dimanja," kata Faisal ditulis Jumat (18/2/2022).

Faisal menilai akibat kebijakan pemerintah, pengusaha minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dalam negeri lebih baik menyalurkan ke biodiesel ketimbang untuk konsumsi untuk industri pangan.

Faisal mengatakan konsumsi CPO di dalam negeri yang sebelumnya didominasi oleh industri pangan, kini menjadi industri biodiesel. Lonjakan tajam terjadi sejak 2020 dengan diterapkannya Program B20 (20 persen kandungan CPO dalam minyak biosolar).

"Jangan menyalahkan pengusaha juga karena pengusaha tidak dilarang untuk dapat untung, tentu saja pengusaha akan mencari bidang yang untungnya lebih banyak," jelas Faisal.

"Untungnya lebih banyak kalau dia jual ke biodiesel. Yang membuat seperti itu siapa? Ya pemerintah. Jadi pemerintah ini salah kelola, pemerintah yang tidak bisa memerintah," tandasnya.(*)


Informasi Seputar Tiongkok