Baca dalam 3 menit

Begini Keuntungan Mata Uang Lokal dalam Perdagangan Bilateral

Waktu Publish : 28 Sep 2021, 07:00 WIB
SHARE ARTIKEL

Yuan China - Image from faktualnews

Bolong.id - Penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam perdagangan bilateral khususnya kawasan ASEAN sedang digencarkan Bank Indonesia (BI).

Dikutip dari Republika, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai dampak dari implementasi LCS akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. LCS juga untuk mengurangi volatilitas rupiah.

“Meskipun ada sentimen pasar, kita harapkan dengan penggunaan LCS dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap dolar dan mendorong rupiah tetap berada dalam level fundamentalnya,” ujarnya saat media discussion Infobank Talk News bertajuk ‘Dampak Penerapan Local Currency Settlement Diperluas, Bagaimana Nasib Rupiah?’ seperti dikutip Jumat (24/9).

Saat ini sudah ada empat negara yang menerapkan LCS dengan Indonesia yakni Bank Sentral Jepang, Malaysia, dan Thailand, Bank Sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBoC).

LCS merupakan upaya Bank Indonesia untuk meninggalkan dominasi dolar AS dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengatakan pihaknya juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang menerapkan local currency settlement ini.

Menurutnya implementasi LCS juga akan memperkuat perekonomian Indonesia. “Ketergantungan terhadap dolar AS yang terus turun dalam perdagangan antarnegara, tentu akan berdampak terhadap perekonomian dalam negeri. Maka begitu, ekonomi nasional akan lebih kuat,” ucapnya.

Menurutnya langkah-langkah yang dilakukan Bank Indonesia juga sejalan koordinasi antara Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) yang sebagai kepanjang tanganan DPR dalam mengawasi lembaga independen tersebut.

Adapun keterbukaan Badan Supervisi dalam melakukan koordinasi dan diskusi dengan DPR, telah mengeluarkan berbagai kebijakan-kebijakan yang dianggap mampu mengatasi persoalan ekonomi.

"Ketika kita tahu kebijakan Bank Indonesia dan memberikan masukan, BSBI menjadikan hal tersebut menjadi bahan disampaikan kepada Bank Indonesia dalam kaitan kebijakan ke depan. Badan Supervisi memberikan manfaat yang ideal dan memadai dari sisi akademik literate, policy literate, dan macro economy literate," ucapnya.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Doddy Zulverdi, mengatakan transaksi bilateral dengan mata uang lokal ini bukanlah suatu keharusan bagi pelaku usaha. Akan tetapi, pemerintah sedang merumuskan insentif bagi para pelaku usaha yang menerapkan LCS.

"Kita juga coba sinergi dengan pemerintah. Kita sudah ada kesepakatan, saat ini pemerintah sedang dalam kajian untuk membantu memberikan insentif bagi pelaku ekonomi yang menggunakan LCS,” ucapnya. (*)


Informasi Seputar Tiongkok

Terkait

news

Sebanyak 6,78 Juta Unit Kendaraan Energi Listrik Sudah Digun...

  • Lupita
  • 19 Oct 2021

technology

Pasar OLED dan LCD China Diperkirakan Akan Lampaui Korea Sel...

  • Lupita
  • 19 Oct 2021

news

China Buat Undang-udang Baru, Anak Nakal? Siap-siap Orang Tu...

  • Lupita
  • 19 Oct 2021

news

Orang-orang di China Semakin Menggeluti Pekerjaan di Platfor...

  • Lupita
  • 19 Oct 2021

culture

5 Fakta Menarik Tentang Shaolin, Sudah Tahu?

  • Lupita
  • 19 Oct 2021

news

Influencer China Resmi Ditahan 2,5 Tahun Karena Menjual Obat...

  • Lupita
  • 19 Oct 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong