Baca dalam 3 menit

Karakteristik Taman di China, Perhatikan Keindahan Alam Hingga Konsep Artistik

Waktu Publish : 27 Sep 2021, 07:00 WIB
Sumber : China Daily
SHARE ARTIKEL

Taman Tradisional China - Image from China Daily

Bolong.id - Taman merupakan salah satu jenis seni arsitektur yang penting. Konsep artistic dalam taman Tiongkok adalah empat elemen taman yaitu gunung, sungai, struktur dan tanaman, serta komponen organik seperti jalan dan pengaturan interior. Dibandingkan dengan struktur biasa, karakter spiritual taman lebih menonjol, dan itu mengharuskan seniman memiliki kecerdikan dan imajinasi yang lebih besar dan lebih tinggi.

Dilansir dari China Daily, dibandingkan dengan sistem berkebun lain di dunia, seperti Eropa atau Islam, taman Tiongkok memiliki karakteristik nasional yang berbeda, yaitu:

A. Memperhatikan keindahan alam.

Taman di Tiongkok melakukan pengolahan dan transformasi bentuk lahan dan lahan asli dengan mengikuti prinsip membuatnya tampak seperti alam, atau tampak terbentuk secara alami, sehingga dapat memuaskan perasaan masyarakat yang semakin dekat dengan alam.

B. Mengejar banyak tikungan dan belokan.

Alam itu sendiri selalu berubah dan menarik. Ahli hortikultura Tiongkok yang meniru alam selalu mengejar komposisi gaya bebas yang berubah. Ini adalah sistem yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan teori berkebun di Barat yang memaksa alam untuk menerima aturan simetris.

C. Menganjurkan konsepsi artistik.

Lingkungan indah yang diciptakan oleh para hortikultura Tiongkok tidak berhenti pada tahap kecantikan formal, tetapi mencoba mengekspresikan perasaan melalui pemandangan luar. Oleh karena itu, kunci utama untuk tingkat tinggi atau rendah dan keberhasilan atau kegagalan dalam penciptaan taman Tiongkok tergantung pada tingkat budaya, tinggi atau rendah, estetika dan minat dari pembuat taman.

Hortikultura Tiongkok dimulai pada Dinasti Qin (1644-1911), dan dua peningkatan pembangunan taman kerajaan terjadi selama dinasti Qin/Han (221BC-220AD) dan Sui/Tang (581-907). Taman-taman pribadi terus berkembang dan memasuki tahap puncaknya pada dinasti Ming dan Qing (1644-1911).

Pencapaian dalam berkebun selama Dinasti Qing menarik perhatian yang lebih besar, mewakili komponen penting dari kebangkitan pembangunan ketiga dalam arsitektur Tiongkok. Hampir semua taman yang ada dilestarikan pada zaman ini. Taman kerajaan yang masih ada berada di sekitar Beijing, sedangkan taman pribadi dengan tingkat artistik yang lebih tinggi sebagian besar terkonsentrasi di daerah selatan Sungai Yangtze. (*)


Informasi Seputar Tiongkok


Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong