RAHASIA, Jubah China Tutupi Tank, Anti-radar

20 April 2022, 10:24 WIB



RAHASIA, Jubah China Tutupi Tank, Anti-radar-Image-1

Ilustrasi tank China - Image from nationalinterest.org

Beijing, Bolong.id - Industri militer Tiongkok maju pesat. Dikutip dari South China Morning Post (SCMP) baru-baru ini, tim pakar Tiongkok menciptakan "Jubah Tembus Pandang". Sejenis kain, yang kalau diselimutkan ke tank atau senjata, lolos pantauan radar, bahkan radar berbasis satelit sekali pun.

Lazimnya di dunia militer, radar berbasis satelit sudah sangat canggih. Jangankan tank, atau persenjataan berat, benda sebesar kotak sabun pun terpantau radar. 

Uniknya, diberi nama "Jubah Tembus Pandang" yang fungsi sesungguhnya adalah kebalikan dari arti nama tersebut.

Perangkat baru itu dikembangkan tim pakar di Universitas Teknik Angkatan Udara di Xian, Provinsi Shaanxi. Berbentuk selembar (mirip) kain yang dibentangkan menutupi tank, artileri, dan stasiun radar. Semua yang ditutupi tidak terdeteksi radar.

Tim peneliti pimpinan Xu Hexiu menjelaskan bahwa target yang mengenakan jubah akan tampak seperti sebidang tanah kosong dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Infrared and Millimeter Waves bulan lalu.

Namun, Tiongkok mungkin bukan satu-satunya negara yang memiliki teknologi berbasis siluman/kamuflase untuk digunakan. Sebuah perusahaan yang berbasis di Kanada bernama Hyperstealth Biotechnology sebelumnya telah mematenkan bahan Quantum Stealth yang dapat menyamarkan tentara militer serta tank, kapal, dan bahkan pesawatnya dengan membelokkan cahaya di sekitar target.

Sebelumnya, Tiongkok juga sempat mengklaim telah mengembangkan teknologi pseudo-siluman untuk diintegrasikan ke dalam jet tempur non-siluman agar tidak terdeteksi radar dengan bahan yang disebut 'meta-material' atau 'super-material'. Namun, para ahli membantahnya.

Hype Tentang Jubah Baru Tiongkok

Sudah ada teknologi untuk menyembunyikan jet tempur siluman dan pesawat tempur lainnya dari radar tetapi tidak berfungsi di darat karena sinyal radar memantul kembali setelah bertabrakan dengan tanah.

RAHASIA, Jubah China Tutupi Tank, Anti-radar-Image-2

003 Aircraft Carrier - Image from CSIS

Ini berarti bahwa objek seperti tank yang dilapisi dengan bahan yang sama yang digunakan pada pesawat tempur siluman – yang menyerap sinyal radar atau menggunakan bentuk geometris untuk menangkis gelombang radio – akan menonjol karena kontras buatan antara objek tersebut dan sekitarnya.

Namun, Xu dan rekan-rekannya mengusulkan bahwa mengubah pola sinyal untuk mencerminkan lanskap alam adalah pilihan lain yang dapat digunakan agar tembus pandang untuk peralatan atau aset militer.

Menurut Xu, ada banyak lapisan pada jubah tembus pandang. Kain tipis di atasnya berisi beberapa sirkuit tercetak yang mampu memanipulasi radiasi elektromagnetik. 

Sirkuit digambar dengan akurasi luar biasa pada selembar kain lembut setipis sehelai rambut manusia, berkat proses pencetakan 3D baru yang dikembangkan oleh tim Xu.

Para peneliti kemudian menambahkan lapisan lebih lanjut, seperti plastik dan logam tipis, untuk membuat “metasurface” yang dapat mengubah arah sinyal balik agar menyerupai tanda radar medan datar.

Menurut Xu, beberapa metamaterial telah dirancang untuk menipu satelit radar, tetapi tidak ada yang bisa bergerak sebebas atau seluas jubah baru tersebut. 

Ketika gelombang radar menyerang benda yang tidak rata, gelombang tersebut memantul kembali ke arah yang berbeda, memungkinkan komputer untuk menghitung ukuran dan bentuknya dengan mengukur perbedaan sinyal.

Ketika peneliti menguji kinerja perangkat, gelombang yang menghantam jubah kembali dalam pola seragam yang mirip dengan yang terlihat di tanah datar. Semakin jauh jarak antara radar dan target, semakin kecil kemungkinan gangguan akan terlihat.

Perangkat ini juga dapat melawan efek radar satelit yang menyesuaikan kekuatan dan sudut pancaran mereka untuk mengungkapkan spesifikasi tambahan tentang target, menurut para ahli.

Menurut seorang ilmuwan radar dari Institut Teknologi Beijing yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, teknologi kamuflase dapat melindungi lebih dari 80% target militer agar tidak dihancurkan oleh rudal, menurut perkiraan berdasarkan data dunia nyata.

Namun, tidak seperti jubah gaib Harry Potter, perangkat yang diproduksi oleh tim Xu tidak berfungsi sebagai barang yang berdiri sendiri, menurut peneliti. “Ini perlu bekerja dengan metode lain termasuk pengurangan panas, kamuflase optik, dan umpan untuk mencapai efek yang diinginkan,” katanya. (*)