Bursa Saham Wall Street Melemah Tajam Usai Trump Positif COVID-19

logo clock 3 Menit logo clock 03-10-2020, 14:22

Wall Street melemah akibat berita Trump - Image from Politico

Amerika Serikat, Bolong.id - Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) rata-rata anjlok pada Jumat waktu setempat setelah berita Presiden AS Donald Trump positif COVID-19 dirilis. Itu membuat investor dalam suasana risk-off. Juga memicu ketidakpastian pemilihan presiden AS yang akan datang. 

Seperti diberitakan, Trump mengumumkan lewat cuitan di Twitter pada hari Jumat waktu setempat bahwa ia telah tertular virus Corona dan akan menjalani karantina, menambah hal-hal yang tidak diketahui untuk pasar yang sudah bergejolak. Demikian dilansir dari CGTN, Sabtu (3/10/2020).

Tetapi kerugian di pasar saham tertahan setelah Gedung Putih  memberikan jaminan bahwa Trump hanya mengalami gejala ringan.

"Ini menambah ketidakpastian lebih lanjut ke dalam hasil pemilu," kata Roberto Perli, kepala penelitian kebijakan global di Cornerstone Marco di Washington. "Bacaan saya adalah bahwa pasar telah menunjukkan keengganan akhir-akhir ini terutama pada ketidakpastian, tidak begitu banyak kepada satu atau kandidat lain yang menang."

Ekuitas juga mendapat dorongan singkat setelah ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengumumkan bahwa kesepakatan untuk memberikan bantuan pemerintah senilai US$ 25 miliar lagi kepada industri penerbangan "dalam waktu dekat". 

Indek Dow Jones Industrial Average turun 134,09 poin atau 0,48 persen ke level 27.682,81, S&P 500 turun 32,36 poin atau 0,96 persen ke level 3.348,44, dan Nasdaq Composite turun 251,49 poin atau 2,22 persen ke level 11.075,02. 

Dari 11 sektor utama di S&P 500, teknologi mengalami kerugian paling besar, semetara real estat dan utilitas menikmati presentase keuntungan besar.

Dalam pembalikan dari sesi terakhir, pemimpin pasar Apple Inc, Amazon.com, dan Microsoft Corp adalah hambatan terberat di S&P dan The Nasdaq. 

Saham maskapai penerbangan komersial naik di tengah berita dari kemungkinan putaran baru bantuan pemerintah, dengan indeks S&P 1500 Airline naik 2,3 persen. 

Saham Tesla anjlok 7,4 persen setelah pembuat mobil listrik itu melakukan pengiriman kuartal ketiga, sementara menciptakan rekor terbaru, kabar itu juga membuat para investor kewalahan. 

Volume transaksi perdagangan saham di bursa AS adalah 9,30 miliar saham, dengan rata-rata 9,93 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir. 

https://news.cgtn.com/news/2020-10-03/Wall-Street-closes-sharply-lower-as-Trump-tests-positive-for-COVID-19-UhkVBfx6rm/index.html

Penulis : Maureen
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

China Dirikan Pusat Sertifikasi Fintech Nasional di Chongqing

 

logo clock 19-10-2020, 11:38
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Industri Es Krim China Pulih Pasca Pandemi COVID-19

 

logo clock 17-10-2020, 13:13
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Direktur Pelaksana IMF: Pemulihan China Bantu Pemulihan Global

 

logo clock 15-10-2020, 12:00
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Tesla Pangkas 4 - 8% Harga Mobil di AS dan China

 

logo clock 14-10-2020, 11:36
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Pembayaran Tunai VS Pembayaran Digital, Mana yang Lebih Baik?

 

logo clock 14-10-2020, 05:36
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Viral