Khawatir Agresi China, AS Ancam Kirim Kapal Perang ke Taiwan

logo clock 3 Menit logo clock 09-10-2020, 14:33

Militer Taiwan lakukan latihan perang - Image from Sosok.id

Washington, Bolong.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai khawatir dengan rencana Tiongkok  merebut kembali Taiwan dengan kekuatan militer. AS pun mengancam akan mendaratkan kapal-kapal perang amfibi ke pulau tersebut sebagai pembela Taiwan. 

Ancaman itu disampaikan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’Brien. Dalam sebuah acara di University of Nevada di Las Vegas, O’Brien mengatakan bahwa Tiongkok terlibat dalam penumpukan Angkatan Laut dalam jumlah besar yang mungkin tidak terlihat sejak upaya Jerman untuk bersaing dengan Angkatan Laut Inggris sebelum Perang Dunia Pertama. Demikian dilansir dari Sindonews, Kamis (8/10/2020). 

“Bagian dari itu adalah memberi mereka kemampuan untuk mendorong kami keluar dari Pasifik Barat, dan memungkinkannya melakukan pendaratan kapal-kapal amfibi di Taiwan,” katanya. 

“Masalahnya adalah pendaratan amfibi sangat sulit,” kata O’Brien, merujuk pada jarak 160 km antara Tiongkok dan Taiwan dan kurangnya area pendaratan pantai di Taiwan. 

Ketika ditanya mengenai apa pilihan AS jika Tiongkok bergerak untuk menginvasi Taiwan, O’Brien menjawab, “Ini bukan tugas yang mudah, dan ada juga banyak ambiguitas tentang apa yang akan dilakukan Amerika Serikat sebagai respon atas serangan Tiongkok terhadap Taiwan.”

O’Brien mengacu pada kebijakan lama AS mengenai “strategi ambigu” ketika menjadi pertanyaan apakah AS akan campur tangan untuk melindungi Taiwan, yang dianggap Tiongkok sebagai provinsi dan telah bertekad menyatukannya kembali dengan Tiongkok daratan, bahkan dengan kekerasan militer jika diperlakukan. 

AS diwajibkan oleh undang-undang untuk memberi sarana membela diri pada Taiwan, tapi belum dijelaskan apakah akan campur tangan secara militer jika terjadi serangan Tiongkok, karena hal itu memungkinkan mengarah pada konflik yang lebih luas dengan Beijing. 

O’Brien mengulangi seruan AS agar Taiwan membelajakan lebih banyak uangnya membeli alat perang untuk pertahanan diri dan melakukan reformasi militer. Hal tersebut dilakukan untuk menjelaskan kepada Tiongkok akan risiko jika mencoba menyerang Taiwan. 

Pada Selasa (6/10/20), seorang pejabat senior pertahanan AS untuk Asia Timur menyebut rencana Taiwan untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan sebesar USD1,4 miliar (sekitar Rp20 triliun) tahun depan tidak cukup. Menurutnya, Taiwan perlu berinvestasi dalam kemampuan termasuk memperbanyak rudal jelajah, ranjau laut, kapal serang cepat, artileri, dan aset pengawasan canggih.

Penulis : Maureen
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Laut China Selatan Memanas, Jepang - Vietnam Sepakati Kerjasama Militer

 

logo clock 21-10-2020, 13:04
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Pembaruan Perjanjian Uskup Cerminkan Hubungan Sehat China-Vatikan

 

logo clock 21-10-2020, 13:01
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Kemenlu Tiongkok Warning India Hati-hati tentang Masalah Taiwan

 

logo clock 21-10-2020, 12:57
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Ini Bakal Jadi Bukti Pembicaraan antara China dan India Berjalan Baik

 

logo clock 21-10-2020, 11:44
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Ini Dia Hasil Investigasi Xinjiang oleh Pakar China

 

logo clock 21-10-2020, 11:40
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Viral