Baca dalam 3 menit

Setelah COVID-19, Akankah Wuhan Tetap Jadi 10 Kota Teratas di China?

Waktu Publish : 23 Oct 2020, 13:31 WIB
SHARE ARTIKEL

Kota Wuhan - Image from Global Times

Tiongkok, Bolong.id - Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, dulu paling kompetitif secara ekonomi di Tiongkok sebelum dilanda epidemi COVID-19. Kini pun masih punya prospek ekonomi yang positif, meskipun untuk sementara waktu belum pulih seperti semula, kata pengamat pada Kamis (22/10/20) waktu setempat. 

Ekonomi Wuhan kota paling kompetitif ke sembilan di Tiongkok, berdasar laporan tahunan tentang Daya Saing Perkotaan Tiongkok yang dirilis oleh Akademi Ilmu Sosial Tiongkok (CASS) pada Kamis (22/10/20). CASS menilai kinerja 291 kota di Tiongkok pada 2019. Demikian dilansir dari Global Times, Kamis (22/10/2020). 

Selain Wuhan, Shenzhen, Hong Kong, Shanghai, Beijing, Guangzhou, Suzhou, Taipei, Nanjing, dan Wuxi semuanya juga terdaftar dalam laporan CASS sebagai 10 kota teratas yang kompetitif secara ekonomi di Tiongkok pada 2019. Shenzhen, Hong Kong dan Shanghai berada di tiga posisi teratas selama beberapa tahun ini.

Sulit untuk memprediksi apakah Wuhan akan tetap menjadi kota 10 teratas pada tahun 2020 setelah menderita kerugian besar yang disebabkan oleh wabah COVID-19, kata penulis utama laporan tersebut Ni Pengfei, direktur Proyek Daya Saing Perkotaan Global di bawah CASS.

"Epidemi dapat menyebabkan outflow of talents keluar dari Wuhan, yang dapat melemahkan daya saing kota," kata Ni dalam sebuah wawancara pada hari Kamis, mengatakan bahwa talenta sangat penting untuk pengembangan kota-kota tingkat pertama yang muncul di Tiongkok termasuk Wuhan, Chengdu dan Xi'an.

Meskipun demikian, ekonomi Wuhan secara bertahap kembali ke jalur positif setelah upaya berbulan-bulan untuk mengendalikan virus corona dan merevitalisasi ekonomi lokal. PDBnya turun tajam sebesar 40,5 persen tahun ke tahun di kuartal pertama tetapi "kembali ke level yang ditunjukkan pada periode yang sama tahun lalu" di kuartal kedua, kata pemerintah daerah.

Pemulihan dan pengembangan industri teknologi tinggi lokal sebagian besar berkontribusi pada daya saing ekonomi positif Wuhan, kata Ni.

Zona Pengembangan Teknologi Baru Donghu di Wuhan, yang juga dikenal sebagai Optics Valley, misalnya, menikmati pertumbuhan tahun-ke-tahun 13,5 persen di kuartal kedua terutama karena dimulainya kembali pekerjaan dan produksi yang teratur pada perusahaan lokal yang bergerak di sektor manufaktur berteknologi tinggi termasuk peralatan komputer, perangkat komunikasi, dan obat-obatan.

Vitalitas ekonomi baru Wuhan juga ditunjukkan dalam perdagangan impor dan ekspornya. Pada bulan September, volume perdagangan impor dan ekspor kota tumbuh masing-masing sebesar 58,6 persen dan 59,8 persen tahun ke tahun, menurut statistik dari bea cukai Wuhan.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi lokal, Ni menyarankan agar pemerintah Wuhan terus meningkatkan lingkungan interior [kehidupan dan bisnis], serta membangun dan mempublikasikan citra kota yang baik untuk menarik lebih banyak talenta.

Terkait

news

80% Pasien COVID-19 Belum Didiagnosis Sebelum Wuhan Lockdown...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Tidak Ada Pasien Baru COVID-19 di Guangxi, Namun Ada 34 Kasu...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Ada Berita Baik, Wuhan Siap Membuka Diri Kembali.

  • Edwin Adriaansz
  • 25 Mar 2020

news

Hubei Sekarang Sudah Aman?

  • Edwin Adriaansz
  • 25 Mar 2020

health

7 Pertanyaan Tentang "Infeksi Tanpa Gejala" Dijawab oleh Kom...

  • Edwin Adriaansz
  • 31 Mar 2020

technology

51 Penerbangan Sipil Jemput 7.000 Petugas Medis yang Membant...

  • Nabila Caya
  • 01 Apr 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong