Lama Baca 3 Menit

China Ingatkan Perangkap Mata-mata Asing Usai Pejabat Militer Divonis Spionase

16 January 2026, 10:32 WIB

China Ingatkan Perangkap Mata-mata Asing Usai Pejabat Militer Divonis Spionase-Image-1
Kementerian Keamanan Negara China telah berulang kali mengingatkan para pejabat, mahasiswa, dan wisatawan di daratan China untuk waspada terhadap jebakan perekrutan di luar negeri yang dipasang oleh badan intelijen asing. Foto: Reuters

Bolong.id - Otoritas keamanan negara China telah memperingatkan risiko “honey trap” atau jebakan godaan terhadap personel di sektor pertahanan dan teknologi, setelah seorang pejabat proyek militer dijatuhi hukuman karena terlibat dalam kasus spionase yang dimulai dari hubungan pribadi saat berada di luar negeri.

Dilansir SCMP, Jumat (16/01/26), menurut sebuah akun media sosial resmi yang terkait dengan National Administration of State Secrets Protection, personel industri pertahanan semakin sering menjadi target operasi intelijen asing melalui taktik jebakan sosial yang disengaja. Dalam kasus yang disinggung, seorang manajer proyek dengan nama keluarga Guo dari sebuah perusahaan militer di daratan tengah melakukan perjalanan kerja ke luar negeri untuk memverifikasi hasil proyek. Selama kunjungannya, ia didekati oleh seorang yang mengaku sebagai “wakil bisnis” di acara sosial yang sengaja diatur.

Interaksi yang tampak kebetulan itu ternyata merupakan operasi “honey trap” yang dirancang oleh agen intelijen asing, setelah menjalin hubungan pribadi dengan seorang wanita yang ternyata bekerja untuk organisasi mata-mata, Guo kemudian diancam akan aibnya dibuka ke publik. Tekanan itu membuatnya menyerahkan informasi rahasia yang sensitif.

Peringatan ini muncul di tengah kekhawatiran Beijing terhadap ancaman spionase yang memanfaatkan metode psikologis dan hubungan pribadi untuk merekrut sumber intelijen, terutama di kalangan personel yang memiliki akses ke rahasia militer dan teknologi tinggi. Pihak berwenang memperingatkan pentingnya kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap kontak yang tampak tidak mencurigakan namun berpotensi merupakan taktik perekrutan tersembunyi.

Taktik “honey trap” sendiri telah lama dikenal dalam dunia kontra-intelijen sebagai metode untuk memperoleh kompromi atau informasi rahasia melalui hubungan pribadi, yang kemudian dapat dieksploitasi untuk tujuan spionase. (*) 

Informasi Seputar Tiongkok