
Bolong.id - Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) Kota Singkawang tahun 2026 telah berhasil mengumpulkan dana donasi sebesar Rp2,3 miliar. Dana tersebut diperoleh melalui dua kali kegiatan penggalangan yang dilaksanakan di Singkawang dan Jakarta.
Dilansir dari berbagai sumber, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan bahwa meskipun jumlah donasi yang terkumpul tergolong besar, panitia masih menghadapi kekurangan anggaran yang cukup signifikan. Pasalnya, total biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan agenda berskala nasional tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp9 miliar.
Ia menuturkan, panitia terus mengajak partisipasi masyarakat serta diaspora Singkawang yang berada di berbagai daerah untuk ikut berkontribusi demi menyukseskan perayaan tersebut.
Guna menutup kekurangan anggaran, panitia juga telah mengajukan proposal kerja sama kepada sejumlah perusahaan, instansi pemerintah, BUMN, maupun BUMD. Berbagai pilihan paket kemitraan disediakan bagi calon sponsor, mulai dari kategori Platinum, Diamond, Silver, hingga Bronze, yang masing-masing menawarkan manfaat sesuai tingkat dukungan.
Sementara itu, persiapan teknis di lapangan terus dikebut. Ketua Pelaksana Imlek dan CGM Singkawang, Bun Cin Thong, menyebutkan bahwa proses penataan dan penghiasan kota telah mencapai sekitar 60 persen. Pada tahun ini, dekorasi kota akan mengusung konsep perpaduan antara ornamen Imlek dan nuansa Ramadan serta Idulfitri.
Ia menjelaskan bahwa panitia Imlek turut bekerja sama dengan panitia Ramadan Fair untuk memperindah sejumlah ruas jalan utama. Salah satunya di Jalan P. Diponegoro, di mana lampion merah khas Imlek akan dipadukan dengan warna hijau dan kuning yang melambangkan Ramadan.
Perpaduan dekorasi tersebut menjadi simbol nyata semangat toleransi yang dijunjung tinggi di Kota Singkawang. Selain lampion, hiasan bertema angpau dan Lebaran juga dipasang secara berdampingan. Seluruh rangkaian dekorasi kota ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan ke depan.
Adapun pusat kegiatan perayaan akan berlokasi di Stadion Kridasana. Panitia berencana membangun taman tematik, replika, serta panggung seni budaya yang akan berlangsung selama 14 hari. Panggung tersebut akan menjadi wadah bagi 17 paguyuban etnis di Kota Singkawang untuk menampilkan beragam kesenian dan budaya masing-masing.
Bun Cin Thong menegaskan bahwa kepanitiaan tahun ini bersifat inklusif dan melibatkan berbagai kelompok etnis, tidak terbatas pada komunitas Tionghoa semata. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
