Lama Baca 3 Menit

Menembus Batas Budaya, Jejak Mahasiswi Indonesia Menjadi Dokter TCM di Tiongkok

19 January 2026, 12:21 WIB

Menembus Batas Budaya, Jejak Mahasiswi Indonesia Menjadi Dokter TCM di Tiongkok-Image-1
Sevira Putri Purnama Lumarso

Bolong.id - Di sebuah ruang praktik di Rumah Sakit Afiliasi Universitas Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) Gansu, Sevira Putri Purnama Lumarso dengan penuh konsentrasi mencari titik akupunktur sebelum menusukkan jarum ke tubuh pasien. Di usianya yang baru 22 tahun, mahasiswi asal Semarang ini tengah menapaki jalan yang jarang dipilih anak muda Indonesia menjadi dokter pengobatan tradisional Tiongkok.

Dilansir dari 人民网 Senin (19/01/26), sevira datang ke Tiongkok pada 2023 untuk menempuh pendidikan sarjana TCM berkat beasiswa dari Pemerintah Provinsi Gansu. Selama tiga tahun belajar teori dan praktik klinis, ia telah menguasai empat metode diagnosis utama TCM: observasi, mendengar dan mencium, wawancara, serta perabaan nadi.

Ketertarikannya pada TCM berakar dari kisah keluarga. Sang kakek, yang lahir di Fuzhou, Provinsi Fujian, tetap setia menggunakan pengobatan tradisional Tiongkok setelah hijrah ke Indonesia. Akupunktur dan terapi TCM menjadi pilihan utama keluarga saat sakit. “Sejak kecil saya merasa pengobatan kuno ini sangat ajaib karena bisa menghilangkan rasa sakit,” kenang Sevira.

Perjalanan belajarnya tentu tidak mudah. Istilah medis TCM yang kompleks sempat menjadi tantangan. Namun, dengan ketekunan mencatat, belajar ulang, dan aktif bertanya, Sevira mampu beradaptasi dengan cepat. Pembimbingnya, Zhu Jin, memuji sikap belajarnya yang serius serta kemampuan memahami teori dan teknologi medis modern.

Pengalaman praktik klinis memperkaya pemahamannya. Sevira telah menjalani rotasi di berbagai departemen, mulai dari penyakit dalam, akupunktur, hingga endokrinologi. Ia kini mampu membaca lidah dan nadi, melakukan pijat terapi, akupunktur, serta memahami khasiat ramuan herbal Tiongkok.

Selain ilmu, Tiongkok juga memberinya pengalaman budaya yang berkesan. Dari Festival Musim Semi hingga Festival Pertengahan Musim Gugur, dari Tai Chi hingga perjalanan menyusuri Sungai Kuning, semuanya membuat Sevira merasa “hangat dan seperti di rumah”.

Ke depan, Sevira bertekad kembali ke Indonesia untuk menjadi dokter dan memperkenalkan TCM kepada masyarakat luas. Baginya, TCM bukan sekadar metode pengobatan, melainkan jembatan budaya yang menghubungkan Tiongkok dengan dunia, termasuk Indonesia. (*)

Informasi Seputar Tiongkok