Bolong.id - Pemerintah China menggelar konferensi pers untuk melaporkan perkembangan selama sepuluh tahun terakhir dalam pengelolaan Yangtze River Economic Belt atau Sabuk Ekonomi Sungai Yangtze, sebuah kawasan yang membentang sepanjang Sungai Yangtze dan mencakup banyak provinsi di negeri ini.
Dilansir CGTN, Senin (5/1/26), pada pertemuan tersebut, pejabat lingkungan menjelaskan bahwa upaya perlindungan ekologis selama dekade terakhir menunjukkan hasil signifikan: kualitas air di kawasan Sabuk Ekonomi tersebut meningkat drastis, dari sekitar dua pertiga wilayah dengan standar air bagus pada 2015 menjadi hampir 97 % pada 2025, sementara sungai utama berhasil mempertahankan mutu air kelas II selama enam tahun berturut-turut.
Selain itu, spesies khas Sungai Yangtze, seperti lumba-lumba finless yang merupakan ikon kawasan, menunjukkan tanda-tanda pemulihan populasi setelah program konservasi dijalankan. Banyak badan air yang sebelumnya tercemar kini sudah dibersihkan, dan lebih dari 90 % badan air yang berbau atau hitam berhasil diatasi di kota-kota tingkat kabupaten.
Pejabat setempat menyatakan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama di anak sungai dan badan air kecil yang masih menghadapi tekanan polusi. Namun secara umum, peningkatan kualitas lingkungan dan pengelolaan ekosistem sungai menjadi fokus utama ke depan sebagai bagian dari pembangunan berkualitas tinggi di kawasan Sabuk Ekonomi Sungai Yangtze. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
