Kuda Emas Kiri Kuda Emas Kanan
Lama Baca 2 Menit

Janda Shah Iran: Kematian Khamenei Tidak Otomatis Menjatuhkan Sistem Pemerintahan

04 March 2026, 06:26 WIB

Janda Shah Iran: Kematian Khamenei Tidak Otomatis Menjatuhkan Sistem Pemerintahan-Image-1
Para perempuan berdemonstrasi dan meneriakkan slogan-slogan anti-AS dan anti-Israel di kota Magam di Kashmir yang dikelola India pada hari Selasa. Foto: Reuters

Bolong.id - Janda Shah Iran terakhir, Farah Pahlavi, menyatakan bahwa kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak serta-merta menyebabkan runtuhnya sistem politik Republik Islam Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Dikutip SCMP, Rabu (04/03/26), menurut Farah Pahlavi, meskipun figur pemimpin memiliki peran sentral dalam struktur kekuasaan Iran, kepergian seorang tokoh tidak otomatis mengakhiri sistem politik yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Ia menilai sistem pemerintahan Iran memiliki jaringan institusi dan kekuatan politik yang mampu mempertahankan keberlanjutan negara.

Kematian Khamenei, yang dilaporkan terjadi setelah serangan militer besar terhadap Iran, memicu krisis kepemimpinan dan proses suksesi di negara tersebut. 

Pemerintah Iran kemudian membentuk dewan kepemimpinan sementara untuk menjalankan fungsi pemimpin tertinggi hingga pengganti resmi dipilih.

Para analis menilai bahwa meskipun terdapat ketidakpastian politik dan tekanan militer, struktur kekuasaan Iran yang melibatkan lembaga ulama, militer, dan elit politik dapat mempertahankan stabilitas negara dalam jangka pendek. Namun, situasi ini tetap membuka kemungkinan perubahan politik yang signifikan di masa depan.

Secara konstitusional, pemilihan pemimpin tertinggi baru akan dilakukan oleh Majelis Ahli Iran, sementara pemerintahan sementara mengelola negara selama proses transisi berlangsung.(*) 

Informasi Seputar Tiongkok