
Bolong.id - Ratusan warga Hong Kong dilaporkan terjebak di Dubai, Uni Emirat Arab, setelah gelombang pembatalan penerbangan melanda kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya konflik militer di wilayah tersebut. Situasi ini memicu kekacauan perjalanan dan membuat banyak penumpang tidak dapat kembali ke rumah.
Dikutip SCMP, Rabu (04/03/26), Data otoritas imigrasi Hong Kong menunjukkan sedikitnya 585 warga telah mengajukan permintaan bantuan terkait informasi jadwal penerbangan dan rencana perjalanan. Hingga saat ini, hanya beberapa orang yang berhasil meninggalkan kawasan tersebut.
Para penumpang yang tertahan mengeluhkan pembatalan penerbangan berulang, biaya hotel yang terus meningkat, serta keterbatasan akses komunikasi. Banyak di antara mereka juga harus membeli tiket berulang kali karena penerbangan yang tersedia secara daring kemudian dibatalkan.
Kekacauan perjalanan terjadi setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu penutupan ruang udara dan gangguan besar terhadap transportasi udara di kawasan. Sejak akhir pekan lalu, sekitar 13.000 dari 32.000 penerbangan di Timur Tengah dilaporkan dibatalkan.
Sebagian warga yang terjebak bahkan disarankan mempertimbangkan evakuasi melalui jalur darat ke Oman sebelum melanjutkan perjalanan pulang dengan pesawat dari negara lain.
Situasi ini menambah tekanan pada pemerintah Hong Kong untuk mempercepat bantuan konsuler bagi warganya yang masih tertahan di kawasan konflik.(*)
Infomasi Seputar Tiongkok
Advertisement

