
Beijing, Bolong.id - Setelah menjalani proses konservasi dan restorasi yang panjang, Aula Pembinaan Mental (Hall of Mental Cultivation/Yangxin Dian) di Museum Istana China akhirnya kembali dibuka untuk umum beberapa waktu lalu. Pembukaan ini menandai berakhirnya hampir sepuluh tahun penelitian, pelestarian berbasis ilmiah, dan pemugaran sistematis terhadap salah satu bangunan paling penting dalam sejarah kekaisaran China.
Dilansir dari 上观新闻 Jumat (26/12/25), Aula Pembinaan Mental pertama kali dibangun pada tahun 1537, pada masa Dinasti Ming (1368-1644). Namun, peran terpentingnya justru berlangsung pada era Dinasti Qing (1644-1911), ketika bangunan ini menjadi kediaman kaisar sekaligus pusat pengambilan keputusan negara bagi beberapa penguasa Qing. Dari tempat inilah banyak kebijakan penting kekaisaran lahir.
Menurut Wen Ming, Wakil Direktur Departemen Sejarah Istana Museum Istana China, sebanyak 1.020 koleksi bersejarah kini dipamerkan di dalam aula tersebut. Pameran ini memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan istana, sistem pemerintahan, serta budaya kekaisaran China pada masa lalu.
Menariknya, hampir seluruh benda yang dipamerkan merupakan artefak asli. Hanya koleksi yang sangat sensitif terhadap cahaya seperti tekstil sutra, karya kaligrafi, lukisan, papan prasasti, dan pasangan kalimat hias yang tidak ditampilkan secara permanen demi menjaga kelestariannya.
Dibukanya kembali Aula Pembinaan Mental menjadi momen penting bagi Museum Istana, tidak hanya sebagai upaya pelestarian warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik untuk memahami sejarah kekuasaan dan kehidupan istana China secara lebih dekat. Dengan restorasi yang cermat dan pendekatan ilmiah, bangunan ini kini siap menyambut pengunjung dari seluruh dunia untuk menyelami jejak kejayaan masa lampau. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
