Lama Baca 3 Menit

Wang Yaping, Astronot Wanita China Banjir Pujian

13 November 2021, 10:40 WIB

Wang Yaping, Astronot Wanita China Banjir Pujian-Image-1

Wang Yaping - Image from China News

Bolong.id - Astronot wanita pertama Tiongkok yang terlibat dalam misi pembangunan stasiun luar angkasa negara itu menjadi berita utama internasional karena memecahkan rekor keluar angkasa, namun tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan patriaki di rumah.

Meskipun Wang Yaping telah dipuji atas prestasinya, beberapa komentator dan media domestik belum dapat melihat lebih dari jenis kelaminnya, sering mengomentari penampilannya atau tugas keibuannya. Sementara itu, dua rekan prianya — Zhai Zhigang dan Ye Guangfu — terhindar dari komentar seperti itu.

“Kesan terbesar yang saya dapatkan dari Wang Yaping adalah bahwa dia tidak merasa seperti seorang wanita karena dia relatif kuat dalam semua aspek,” Jiang Changhua, seorang pejabat tinggi di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot Tiongkok, mengatakan dalam sebuah wawancara Senin (8/11/2021).

Dilansir dari Sixth Tone pada Rabu (10/11/2021), Jiang membuat komentar setelah Wang yang berusia 41 tahun menjadi taikonaut wanita pertama yang melakukan perjalanan ruang angkasa pada hari sebelumnya. Sebuah klip video wawancara di stasiun televisi pemerintah China Central Television sejak itu menjadi viral, menuduh pejabat tinggi itu mengeluarkan pernyataan seksis.

Tapi ini bukan pertama kalinya liputan media yang melibatkan Wang diselimuti seksisme. Dalam satu wawancara bulan lalu, seorang pejabat mengatakan mereka telah menyiapkan kosmetik untuk Wang karena "astronot wanita mungkin dalam keadaan psikologis yang lebih baik setelah memakai riasan."

Sementara itu, wartawan terus bertanya kepada Wang tentang penampilan dan keluarganya. People's Daily yang dikelola negara mengajukan "apakah dia akan merindukan keluarganya saat tinggal di luar angkasa selama setengah tahun," tetapi tidak memeberikan astronot pertanyaan yang sama.

Bukan hanya Wang yang tidak mampu menjungkirbalikkan masyarakat patriarki Tiongkok meskipun membuat dan memecahkan rekor sebagai wanita karir. Selama Olimpiade Tokyo, peraih medali emas Tiongkok Gong Lijiao dari tim tembak putri negara itu disebut sebagai “pria wanita” oleh seorang jurnalis CCTV, sementara yang lain bertanya kepadanya tentang rencana untuk menikah dan memulai sebuah keluarga. (*)


Informasi Seputar Tiongkok