Penjaga Perdamaian China Gabung PBB dalam Giat Pasca-Ledakan Beirut

logo clock 2 Menit logo clock 28-09-2020, 10:30

Eselon kedua pasukan penjaga perdamaian gelombang ke-19 Tiongkok ke Lebanon (18/8/20) - Image from CGTN

Yunnan, Bolong.id - Gelombang pertama 20 penjaga perdamaian Tiongkok ke Lebanon tiba di Beirut pada Minggu (27/9/20) untuk misi PBB membersihkan dan merekonstruksi ibu kota Lebanon setelah ledakan besar menyapu pelabuhannya pada awal Agustus 2020.

Gelombang kedua dari 21 penjaga perdamaian dari angkatan ke-19 detasemen insinyur multi-fungsi penjaga perdamaian Tiongkok akan tiba di Beirut pada Selasa (29/9/20).

Sebelum tiba, pasukan penjaga perdamaian Tiongkok telah tiga kali ke Beirut untuk melakukan survei misi, sambil mempersiapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19.

Untuk misi di bawah komando Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UN Interim Force in Lebanon; UNIFIL), penjaga perdamaian Tiongkok terutama bertanggung jawab atas pembersihan bahan di pelabuhan, gedung kantor Kementerian Luar Negeri Lebanon dan jalan-jalan perkotaan, serta pemindahan gudang yang rusak.

Du Jia, komandan angkatan ke-19 pasukan penjaga perdamaian Tiongkok ke Lebanon, mengatakan perwira dan tentara Tiongkok akan bekerja dengan rekan-rekan mereka di UNIFIL untuk memainkan peran penting dalam mendorong upaya rekonstruksi area pelabuhan dan membantu memulihkan ketertiban produksi lokal.

Dua ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020, menghancurkan sebagian besar ibu kota dan menyebabkan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. (*)

Penulis : Isna Fauziah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Diserang Perwakilan AS untuk PBB, China Respon Begini...

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

AS Terus Salahkan China Atas Virus, China Siap Balas Jika Dirugikan

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kemenlu China: Pekerja Xinjiang Bukan Kerja Paksa

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Ungkap Rincian Visa BNO yang Kontroversial untuk Penduduk HK

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Hakim AS Tidak Setuju Hapus WeChat dari Toko Aplikasi

 

logo clock 24-10-2020, 13:13
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral