Baca dalam 3 menit

Over the Moon, Animasi Karya China-AS, Akhirnya Debut di Netflix

SHARE ARTIKEL

Salah satu adegan di film Over the Moon - Image from China Daily

Shanghai, Bolong.id - Produksi bersama Tiongkok-Amerika, ternyata ada. Yakni film animasi Over the Moon, tayang di Netflix, layanan hiburan streaming terkemuka dunia, pada Jumat (23/10/20).

Film drama petualangan animasi ini adalah produksi bersama antara Netflix Animation dan Pearl Studio yang berbasis di Shanghai, sebelumnya bernama Oriental DreamWorks.

Film ini berkisah tentang seorang gadis berusia 12 tahun, Fei Fei, yang membangun kapal roket untuk melakukan perjalanan ke bulan berharap bertemu dengan Chang'e, Dewi Bulan yang legendaris.

Bermitra dengan DreamWorks Animation, Pearl Studio adalah rumah produksi di balik film animasi Abominable, salah satu co-produksi Tiongkok-Amerika paling sukses tahun 2019, yang mengambil posisi teratas di box office Amerika Utara selama akhir pekan pembukaannya dan telah meraup lebih dari USD 60 juta (Rp879 miliar) di Amerika Utara dengan total global USD 190 juta (Rp2,7 triliun).

Disutradarai oleh pembuat film pemenang Academy Award, Glen Keane, dalam debut penyutradaraan fitur setelah hampir 50 tahun di industri, Over the Moon dibintangi oleh pengisi suara Asia-Amerika yang kuat, termasuk Cathy Ang, Phillipa Soo, Ken Jeong dan John Cho.

Keane (66 tahun), adalah animator veteran Disney untuk film layar lebar termasuk The Little Mermaid, Beauty and the Beast, dan Aladdin. Dia memenangkan Academy Award bersama dengan legenda NBA Kobe Bryant untuk animasi pendeknya Dear Basketball pada tahun 2018.

Keane memberi tahu Polygon, jaringan hiburan Vox Media, bahwa ia tertarik pada karakter pemeran utamanya, Fei Fei, setelah Netflix meminta dia menggarap film tersebut.

Keane berkata, ia merasakan tekanan yang sangat besar untuk mendapatkan segalanya dengan benar demi kisah "sakral" karena legenda Chang'e penting bagi budaya Tiongkok dan merupakan dasar dari Festival Pertengahan Musim Gugur. Keane meminta masukan dari tim animasinya yang berbasis di Shanghai untuk membuat ceritanya lebih otentik secara budaya, hingga ke detail terkecilnya, Polygon melaporkan.

A. Felicia Wade, kritikus film untuk DiscussingFilm.net, menyebut film tersebut "dongeng zaman angkasa di masa kini."

"Film ini memang memiliki pelajaran universal yang manis - menghargai orang-orang di sekitar Anda dan mengizinkan orang-orang baru untuk masuk, sangat mengharukan. Sulit untuk menghilangkan perasaan keakraban, tetapi mudah-mudahan pandangan barunya mendorong animasi yang lebih beragam akan dibuat di masa depan," komentar Wade, menambahkan bahwa film tersebut masih sangat menarik secara keseluruhan dan pasti akan memberikan dampak bagi pemirsa yang akan datang.

Phillipa Soo, pengisi suara Chang’e menjelaskan, lewat film ini penonton berkesempatan untuk melihat budaya dan legenda yang belum diketahui sebelumnya. Bagi perempuan berdarah Tiongkok-Eropa-Amerika ini, Over The Moon seperti selebrasi kebudayaan Tiongkok.

"Sangat penting untuk melihat cerita dimana kita bisa melihat diri kita sendiri. Di depan atau belakang kamera, di atas atau belakang panggung, semakin sering kita mengisahkan cerita ini, akan semakin diketahui dan semakin terhubung dengan seluruh dunia," kata Soo.

Sutradara Glen Keane juga merasa ada hal menarik dari cerita yang berasal dari negara-negara Asia dan gaya orang Asia bercerita. Ia merasakan hal itu setelah menggarap Over The Moon bersama orang-orang Asia.

"Saya rasa ada sesuatu yang sangat luar biasa tentang orang Asia mengisahkan cerita, bukan hanya keindahan musik dan lirik penuh perasaan, itu seperti mimpi. Saya ingin animasi terlihat seperti puisi visual," kata Keane.

Ia juga menegaskan bahwa Over The Moon bukanlah film dari Amerika untuk ditonton seluruh dunia. Melainkan film dari Tiongkok yang banyak dikerjakan oleh orang-orang Tiongkok. Ia yakin di masa mendatang dunia animasi bisa mengisahkan lebih banyak cerita dari Asia.

Over the Moon dijadwalkan tayang di bioskop di Tiongkok pada akhir pekan ini. (*)

Terkait

ces 2020

CES ASIA 2020 di Shanghai ditunda!

  • Bolong team
  • 12 Mar 2020

coronavirus

Penjualan iPhone di Tiongkok bulan Februari Turun 60

  • Bolong team
  • 12 Mar 2020

covid-19

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Negatif Corona, 1 Ma

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020

corona

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakar

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020

kesehatan

Menguji Khasiat Jamu Jokowi dan Jamu Herbal Tiongkok

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Krisis Kepedulian Tanggapi Corona, Anggap Remeh hing

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020
Logo follow bolong