Lama Baca 4 Menit

Asal-Usul Singles Day, 11.11 di China

11 November 2020, 19:00 WIB

Asal-Usul Singles Day, 11.11 di China-Image-1

Ilustrasi - Image from Ecommerce China Agency

Jakarta, Bolong.id - Singles Day adalah festival hiburan yang populer di kalangan anak muda untuk merayakan bahwa mereka masih lajang. 11 November, Hari Jomblo, berawal dari fakta bahwa ada empat angka arab "1" pada tanggal hari ini, yang berbentuk seperti empat batang kayu halus. Singles Day lahir di kampus dan disebarkan melalui Internet dan media lain, secara bertahap membentuk suatu budaya.

Asal Usul Hari Jomblo --- “Konferensi Tidur” Universitas Nanjing

Ada banyak teori tentang asal mula Hari Jomblo ini, yang diterima secara luas adalah yang berasal dari budaya asrama Universitas Nanjing. Pada tahun 1993, empat siswa senior di asrama "Cao Wuzhu yang Terkenal" di Universitas Nanjing mengadakan "pembicaraan tentang tidur" setiap malam. Tanggal 11 November diselenggarakan sebagai acara "Hari Jomblo".

Sejak itu, Hari Jomblo secara bertahap berkembang menjadi budaya kampus yang menyenangkan di Universitas Nanjing dan bahkan universitas di seluruh dunia.

Saat sekelompok mahasiswa mengucapkan selamat tinggal pada kampus, festival ini secara bertahap dibawa ke masyarakat, dan dengan kelompok besar pria dan wanita lajang dewasa, serta publikasi kegiatan kelompok dan media online, Hari Jomblo menjadi populer di masyarakat!

Kisah Cinta Hari Jomblo

Sang protagonis Mu Guangkun (光昆, guāng kūn) lahir pada 11 November 1970 (tahun Gengxu). Karena namanya yang istimewa, julukan dari sekolah dasar hingga universitas adalah "Sarjana (光棍, guānggùn)".

Dia memulai hubungan dengan seorang gadis ketika dia menjadi mahasiswa tahun kedua di Universitas Nanjing. Tetapi tidak disangka bahwa kebahagiaan itu berumur pendek. Gadis itu tiba-tiba mengetahui bahwa dia sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.

Pada hari dia pergi, Mu Guangkun berlari ke lantai atas, menyalakan lilin dan memainkan seruling sepanjang malam.

Sejak saat itu, Mu Guangkun tampak menjadi orang yang berbeda. Pada tanggal 11 November tahun terakhirnya, yang juga merupakan hari ulang tahunnya, teman sekamar di asrama menemaninya di atap asrama pertama Universitas Nanjing. Sejak saat itu, kisah Mu Guangkun menyebar di Universitas Nanjing, dan ulang tahunnya ditetapkan sebagai "Hari Jomblo". Cerita ini kemudian diadaptasi dan dijadikan film mikro kampus oleh mahasiswa Universitas Nanjing.

Arti Singles Day (Hari Jomblo)

"Hari Jomblo" bukanlah "festival bumi" atau "festival asing". Ia lahir di perguruan tinggi, yakni Universitas Nanjing pada awal 1990-an dan merupakan salah satu produk perwakilan budaya yang menyenangkan kampus.

Saat rombongan mahasiswa mengucapkan selamat tinggal pada kampus, suasana "Hari Jomblo" dalam dua tahun terakhir berangsur-angsur merembes ke dalam masyarakat, kini menjadi hari istimewa bagi anak muda di Nanjing.

Di Stasiun Pufei, sebuah restoran teh dekat Taman Sungai Yangtze Nanjing, kamar pribadi sepanjang hari dipesan lebih awal pada tanggal 11. Dikatakan bahwa tujuh atau delapan anak muda akan mengadakan "pesta kencan buta" pada hari istimewa ini.

Konon "单身情歌 (Single Love Song)” akan menjadi lagu populer saat ini. Pada "Singles Day", gunakan lagu ini untuk menyanyikan "temukan orang yang dicintai yang ingin mencintai dan pamit pada kesendirian".

Nyanyian ini sebenarnya adalah Pernyataan cinta orang muda. Perayaan "Singles Day" yang meriah ini merupakan ungkapan menggebu tentang keinginan anak muda perkotaan akan cinta, sebagaimana dilansir dari Jieriwang. (*)