Baca dalam 3 menit

Museum Seni Cerminkan Evolusi Shanghai sebagai Kota Global

SHARE ARTIKEL

Museum Seni Shanghai - Image from CGTN

Shanghai, Bolong.id - Berdiri setinggi lebih dari 60 meter, bangunan mirip mahkota oriental merah, Museum Seni Tiongkok, di Area Baru Pudong Shanghai, pada awalnya dikenal dunia sebagai Paviliun Tiongkok selama Pameran Dunia yang diadakan di kota itu sejak 10 tahun yang lalu.

Jika melihat kembali 30 tahun perkembangan dan keterbukaan Pudong, bangunan ini tidak hanya menandai kebangkitan distrik, tetapi juga mencerminkan evolusi Shanghai sebagai kota global.

Paviliun Tiongkok: Warisan Shanghai World Expo 2010

Dari penawaran resmi Tiongkok untuk menjadi tuan rumah pameran global pada 1999 hingga Shanghai yang terpilih sebagai kota tuan rumah Expo 2010 pada 2005, kota ini dipersiapkan untuk mendunia. Dan itu tidak mengecewakan dunia dengan menawarkan situs dengan skala terbesar dalam sejarah pameran dunia, menerima 73 juta pengunjung yang memecahkan rekor.

Di antara mereka, Paviliun Tiongkok menandakan besarnya pameran dunia secara keseluruhan.

Pemandangan malam Paviliun Tiongkok di Shanghai World Expo 2010, 26 Oktober 2010 - Image from CGTN

Dirancang oleh He Jingtang (何镜堂), Direktur Desain Arsitektur dan Institut Penelitian di Universitas Teknologi Tiongkok Selatan, Paviliun Tiongkok menonjolkan unsur-unsur tradisional Tiongkok.

Selain warna merah yang melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perayaan di Tiongkok, bangunan ini juga menampilkan embedment "dougong (斗拱)" - struktur penyangga atap yang terdiri dari dou yang menopang dua buah gong, yang sering ditemukan dalam arsitektur tradisional Tiongkok. Atapnya terdiri dari 56 braket kayu yang mewakili 56 suku bangsa di Tanah Air.

Bangunan tersebut juga mempertimbangkan masalah lingkungan, yang bertujuan untuk membangunnya menjadi landmark hijau. Teknologi berkelanjutan dan langkah-langkah penghematan energi dimasukkan dalam desainnya, termasuk sistem ventilasi alami.

Identitas baru: Museum Seni Modern Internasional

Pameran seni dalam memperingati 30 tahun perkembangan dan pembukaan Pudong diadakan di China Art Museum di Shanghai Pudong New Area, 3 November 2020 - Image from CGTN


Setelah Expo, Kota Shanghai mulai menggunakan kembali beberapa situs untuk melayani publik dengan lebih baik.

Museum Seni Shanghai yang asli dipindahkan ke Paviliun Tiongkok pada Oktober 2012, menjadikan bangunan tersebut digunakan dengan baik sebagai salah satu museum terbesar di Asia. Itu juga membantu membentuk daerah sekitar di Pudong untuk acara seni dan budaya.

Dilansir dari

CGTN

, saat ini, Museum Seni Shanghai adalah salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di Tiongkok yang menerima sekitar 2,5 juta pengunjung setiap tahunnya. (*)

Terkait

culture

Museum Seni Cerminkan Evolusi Shanghai sebagai Kota

  • Isna Fauziah
  • 16 Nov 2020
Logo follow bolong