Baca dalam 3 menit

Desa Gurun di Xinjiang China Diubah Jadi Makmur

SHARE ARTIKEL

Mengentas Kemiskinan: Desa Gurun di Xinjiang China Direlokas - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Urumqi, Bolong.id - Desa Darya Boyi, atau dikenal sebagai Desa Gurun, dulunya terletak di Gurun Taklamakan Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, Tiongkok Barat Laut. Desa ini telah mengalami perubahan besar selama beberapa tahun terakhir demi pengentasan kemiskinan Tiongkok.

Hampir 80 persen dari 1.404 penduduk Darya Boryi dulunya dilanda kemiskinan. Meskipun demikian, desa ini adalah satu-satunya desa administratif di Kotapraja Darya Boyi, menurut Wang Fang, wakil ketua Partai Kotapraja Darya Boyi, dilansir dari en.people.cn, Rabu (13/1/2021).

Terletak di jantung Gurun Taklamakan, desa ini terganggu oleh penurunan permukaan air bawah tanah dan badai pasir yang semakin parah dalam beberapa tahun terakhir. Merelokasi penduduk desa ke pemukiman baru pun menjadi satu-satunya jalan keluar. 

Dua putaran relokasi dilakukan pada tahun 2017 dan 2019. Relokasi pengentasan kemiskinan didirikan 91 kilometer dari kotapraja. Relokasi berakhir pada 27 September 2019. Pada saat itu, Xinjiang telah menyelesaikan misi relokasi pengentasan kemiskinan dari Rencana Lima Tahun ke-13 Tiongkok (2016-2020), dengan memindahkan hampir 170.000 penduduk ke rumah baru.

Setelah direlokasi, pendapatan tahunan per kapita penduduk di desa melonjak menjadi 9.136 yuan (sekitar Rp19,89 juta) dari 3.200 yuan (sekitar Rp6,96 juta) enam tahun lalu. Sejumlah 287 rumah tangga miskin telah terangkat dari garis kemiskinan, menurunkan rasio kemiskinan menjadi nol.

Metsidik Abdurehim adalah salah satu warga desa yang dipindahkan ke lokasi baru, di mana dia menjalani kehidupan yang lebih baik. Kini keluarganya tinggal di sebuah rumah yang dialiri listrik dan gas, kamar mandi bersih, ruang keluarga yang luas dengan kabel jaringan, serta peralatan rumah tangga yang melimpah.

Sebuah sekolah juga telah dibangun di tempat relokasi dan kini sudah menerima 417 siswa. Selain itu, desa tersebut juga membangun klinik yang menanggung biaya hampir semua warganya dengan asuransi kesehatan.

Pembangunan desa dari segi ekonomi dilakukan dengan budidaya Jamu Tiongkok Cistanches Herba, dan mendirikan koperasi peternakan untuk  penduduk desa. 

Wisata pedesaan juga telah meningkat, di mana budaya dan tradisi gurun yang unik menarik banyak pengunjung. Lima puluh bisnis penginapan telah dibangun di sana. Sebuah koperasi pariwisata menawarkan pekerjaan yang stabil untuk 50 rumah tangga, yang masing-masing dapat menghasilkan 16.000 yuan (sekitar Rp34,84 juta) setiap tahunnya.

Terkait

berita

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Corona, Bag...

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan Wisata Se...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

teknologi

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

teknologi

Teknologi Hebat Tiongkok yang Digunakan di Indonesia 

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Kisah-kisah Warga Indonesia di China Selama Corona

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020
Logo follow bolong