Baca dalam 3 menit

Bus Maut Tewaskan 21 Orang dan 16 Lainnya Luka-Luka di Tiongkok Barat Daya

Waktu Publish : 08 Jul 2020, 09:16 WIB
SHARE ARTIKEL

Bus Ditarik Keluar Menuju Pinggiran Danau - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Guiyang, Bolong.id - Sebanyak 21 orang tewas dan 16 lainnya luka-luka setelah sebuah bus jatuh ke sebuah danau di kota Anshun di Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya pada Selasa, 7 Juli 2020.

Sekitar tengah hari waktu setempat, bus menabrak pagar pembatas jalan dan jatuh ke Danau Hongshan di Distrik Xixiu. Menurut biro manajemen darurat kota Anshun, pada Selasa pukul 10 malam, 37 orang penumpang telah dievakuasi dan ditarik keluar dari dalam air danau. Dua puluh orang di antaranya, termasuk sopir bus, ditemukan tewas dan satu meninggal setelah perawatan medis gagal, sementara enam belas lainnya luka-luka. Para korban kecelakaan yang terluka telah dikirim ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. Namun, jumlah pasti penumpang bus tersebut belum diketahui, dan pihak berwenang setempat sedang bekerja untuk menyelamatkan lebih banyak korban.

Diketahui penumpang termasuk siswa sekolah menengah atas yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi yang sangat penting di Tiongkok, atau gaokao (高考), melansir China Central Television (CCTV).

Proses Evakuasi Bus yang Masuk ke Dalam Danau - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Bus telah ditarik ke daratan dan lebih dari 1.100 penyelamat telah dikerahkan untuk mencari korban lainnya. Sementara itu, investigasi penyebab insiden kecelakaan maut ini masih terus dilakukan.

Keadaan Bus Penuh Penumpang Sebelum Kecelakaan Terjadi - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Penyelamatan Dilakukan untuk Mencari Korban Lainnya - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong