Baca dalam 3 menit

Makan Banyak “Gula” Pengaruhi Otak Kita?

SHARE ARTIKEL

Donat, Mengandung Banyak Gula -  Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir Sina News, makanan dengan kandungan gula, bukan hanya mengacu pada permen, es krim, kue, coklat, atau soda. Kopi dan teh pun memiliki kandungan gula, bedanya gula pada kopi dan teh berbentuk sukrosa atau gula meja.

Gula juga secara alami ada pada makanan pokok, seperti laktosa pada susu dan fruktosa dalam buah-buahan.

Tahukah Anda, dari saat gula memasuki mulut, pengecap di lidah Anda akan merasakan rasa gula dan mengirimkan pesan ke otak. Sinyal yang ditimbulkan oleh gula ini dapat merangsang pelepasan hormon dopamin. Hormon dopamin merupakan neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan sistem otak.

Hormon dopamin ini memengaruhi berbagai aktivitas manusia, mulai dari kemampuan mengingat hingga menggerakkan anggota tubuh. Hormon dopamin disebut juga sebagai hormon pengendali emosi yang dapat membuat Anda bahagia. Jadi, pada dasarnya mengonsumsi gula akan membuat Anda bahagia.

Namun, efek makan gula bisa membuat kecanduan. Bahkan, tingkat kecanduannya seperti ketergantungan pada obat-obatan, nikotin, dan alkohol. Jika sudah seperti ini, reseptor dopamin menjadi sangat aktif, yang membuat Anda jadi terlalu bersemangat dan tentu memberikan beban berat.

Makan terlalu banyak gula akan melepaskan lebih banyak serotonin daripada yang kita butuhkan.  Ketika jalur pelepasan serotonin ini terus menerus diaktifkan, cadangan serotonin kita yang terbatas pada akhirnya akan habis. Akhirnya, ketika tingkat serotonin di otak kita menurun, suasana hati yang buruk dan depresi mulai muncul dalam bentuk penurunan gula darah dan memicu kelelahan.

Gula juga membentuk radikal bebas pada membran sel otak. Radikal bebas ini pada gilirannya mencegah sel-sel saraf mengirimkan sinyal secara efektif satu sama lain. Konsekuensinya adalah penurunan kemampuan kita untuk mengingat instruksi, memproses ide, dan memproses emosi secara efektif, bahkan bisa membuat kita tersinggung!

Namun, jangan khawatir. Gula juga punya efek positif ke otak, lho! Seperti memperkuat hubungan antar sel saraf, yang memungkinkan seseorang berkomunikasi lebih baik dan membentuk memori yang lebih kuat.

Buah-Buahan -  Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Selain itu, cara untuk mengurangi keinginan mengonsumsi gula adalah dengan konsumsi buah-buahan. Sebab, buah mengandung gula dan juga merupakan sumber serat yang penting, juga memiliki manfaat tambahan untuk mengontrol kadar insulin. (*)


Terkait

health

Makan Banyak “Gula” Pengaruhi Otak Kita?

  • Della Shafira Putri
  • 10 Aug 2020
Logo follow bolong