Lama Baca 6 Menit

Anggaran Pertahanan China 2021 USD209 Miliar

10 March 2021, 10:05 WIB

Anggaran Pertahanan China 2021 USD209 Miliar-Image-1

Staf medis militer yang diterbangkan oleh delapan pesawat angkut besar angkatan udara People's Liberation Army (PLA) - Image from Xinhua


Beijing,  Bolong.id - Anggaran pertahanan Tiongkok pada 2021 dipatok 1,35 triliun yuan (sekitar USD209 miliar), meningkat 6,8 persen dibanding tahun lalu.

Beberapa media asing menuduh Tiongkok merahasiakan data belanja pertahanan. Juga, diduga peningkatan belanja pertahanan Tiongkok akan mengancam perdamaian regional dan dunia. Namun, Tiongkok membantahnya. Dilansir dari CGTN 08/03/2021.

Pihak Tiongkok menanggapi itu, pertama, data belanja pertahanan Tiongkok akurat. Tiongkok menerapkan mekanisme alokasi fiskal dan manajemen anggaran yang ketat pada pengeluaran pertahanannya. 

Sejak 1978, pemerintah Tiongkok telah menyerahkan laporan anggaran tahunan kepada NPC. Data dirilis secara transparan.

Sejak 2007, Tiongkok telah bergabung dengan Instrumen Standar PBB untuk Pelaporan Pengeluaran Militer dan telah menyerahkan setiap tahun ke PBB data dasar tentang pengeluaran pertahanannya.

Pengeluaran, antara lain, untuk pasukan aktif, pasukan cadangan dan milisi, beserta penjelasan penerapan pengeluaran pertahanan Tiongkok dan rasionya terhadap PDB.

Sejak reformasi, Tiongkok telah mengumumkan pengeluaran pertahanannya kepada dunia secara terbuka dan jujur. Instrumen Standar PBB untuk Pelaporan Militer, di mana Tiongkok berpartisipasi. diakui internasional.

Kedua, pertumbuhan belanja pertahanan nasional Tiongkok yang moderat, guna menjaga keamanan dan pembangunan negaranya, sejalan dengan strategi pertahanan militernya.

Meskipun total pengeluaran pertahanan Tiongkok menempati urutan kedua di dunia, itu hanya seperempat dari Amerika Serikat. 

Di antara negara-negara yang memiliki peringkat tinggi dalam pengeluaran pertahanan, pangsa pengeluaran pertahanan Tiongkok dalam PDB dan pengeluaran pemerintah, serta pengeluaran pertahanan per kapita dan per-layanan, semuanya berada pada tingkat yang relatif rendah.

Tahun lalu, Tiongkok adalah satu-satunya negara besar di dunia yang mencapai pertumbuhan ekonomi. 

Meskipun negara-negara besar lainnya berada dalam resesi, pertumbuhan pengeluaran pertahanan mereka terus bertahan pada tingkat yang relatif tinggi, bahkan lebih tinggi daripada Tiongkok. 

Misalnya, anggaran pertahanan India meningkat sekitar 20 persen, dan anggaran pertahanan Jepang meningkat lebih dari 8 persen.

Anggaran Pertahanan China 2021 USD209 Miliar-Image-2Prajurit pasukan elit udara menghadiri parade militer di pangkalan pelatihan Zhurihe di Daerah Otonomi Mongolia Dalam Tiongkok utara - Image from Xinhua


Dengan batas total lebih dari 22.000 kilometer dan garis pantai lebih dari 18.000 kilometer, Tiongkok adalah salah satu negara dengan jumlah negara tetangga terbesar, batas darat terpanjang, dan situasi keamanan sekitarnya yang paling rumit di dunia. 

Mewujudkan penyatuan kembali Tiongkok adalah cita-cita bersama semua orang Tionghoa, baik di dalam maupun luar negeri. Tugas menjaga kedaulatan teritorial, hak dan kepentingan maritim, serta persatuan nasional sulit dan berat.

Dalam hal ini, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok mengatakan, "Risiko dan tantangan yang dihadapi keamanan dalam negeri negara kita tidak dapat diabaikan. Sengketa perbatasan darat belum sepenuhnya diselesaikan; masalah teritorial pulau dan sengketa batas laut masih ada. 

Perselisihan itu masih ada. Otoritas DPP (Democratic Progressive Party) dengan keras kepala menganut posisi separatis 'kemerdekaan Taiwan', yang merupakan ancaman realistis terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. "

Ketiga, peningkatan belanja pertahanan China yang moderat juga untuk lebih memenuhi tanggung jawabnya sebagai kekuatan besar dan menjaga perdamaian dunia.

Saat ini, ketidakstabilan dan ketidakpastian yang dihadapi keamanan internasional menjadi lebih menonjol. Pandemi COVID-19 merajalela di seluruh dunia. Hegemonisme, politik kekuasaan, dan unilateralisme sedang meningkat dari waktu ke waktu. 

Konflik regional dan perang lokal terus berlanjut, dan sistem dan ketertiban keamanan internasional terus-menerus diserang. Komunitas internasional memiliki lebih banyak harapan agar tentara Tiongkok memberikan keamanan publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah secara aktif memenuhi tanggung jawab internasional militer negara-negara besar, secara komprehensif mempromosikan kerja sama militer internasional di era baru, dan berpartisipasi dalam pemeliharaan perdamaian internasional, pengawalan maritim, penyelamatan kemanusiaan, dan operasi lainnya. 

Ini adalah salah satu kontributor utama operasi penjaga perdamaian PBB dan kontributor pasukan terbesar di antara anggota tetap Dewan Keamanan, berjuang untuk memberikan kontribusinya sendiri untuk membangun dunia yang lebih baik dengan perdamaian abadi dan keamanan universal.

Mengambil contoh pandemi COVID-19, militer Tiongkok telah memberikan dukungan dan bantuan dalam kapasitasnya ke negara lain melalui berbagai metode seperti bantuan vaksin dan pengiriman tim ahli, yang telah dipuji secara luas oleh masyarakat internasional. 

Oleh karena itu, peningkatan belanja pertahanan Tiongkok tidak hanya untuk menjaga keamanannya sendiri, tetapi juga untuk membantu menjaga perdamaian dunia. (*)