Baca dalam 3 menit

Bisnis RI - Tiongkok Aman kah, Andai Reshuffle Kabinet? (bagian 1)

Waktu Publish : 01 Jul 2020, 08:00 WIB
SHARE ARTIKEL

Presiden RI, Joko Widodo - Image from Sekretariat Negara


Jakarta, Bolong.id - Rencana reshuffle kabinet Presiden Jokowi bukan isu, melainkan dalam proses. Menurut Menko Polhukam, Mahfud MD, itu sudah disinggung Presiden Jokowi pada 18 Juni 2020. Bukan isu.

Sebab, Presiden Jokowi kecewa terhadap kinerja para menterinya, terkait penanganan pandemi Covid-19 yang kurang baik.

Tapi, menteri siapa saja yang akan diganti, belum diumumkan.

Rencana reshuffle, beredar ke publik sejak Senin (29/6/2020). Lalu menimbulkan banyak spekulasi. Terutama terkait dampak ekonomi dan suasana bisnis di Indonesia.

Pihak Tiongkok, yang banyak bekerjasama bisnis dengan Indonesia, tentu wait and see terhadap kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi, seandainya benar-benar ada reshuffle kabinet. Pastinya, terkait hubungan bisnis antar kedua negara.

Sikap 'wait and see' pihak Tiongkok, juga pihak-pihak investor asing lainnya, bisa merugikan situasi bisnis di Indonesia.

'Wait and see' menggambarkan sikap ragu-ragu. Atau menunda sesuatu yang akan dilakukan terkait kerjasama bisnis. Jadi kurang agresif. Lamban.

Itu menghasilkan situasi yang tidak kondusif bagi perkembangan bisnis di Indonesia. Apalagi, selama pandemi Covid-19 ini perekonomian internasional, termasuk Indonesia, dipastikan mengarah kondisi negatif.

Maka, rencana reshuffle kabinet seharusnya segera ada kepastian.

Jika ya, Presiden Jokowi harus segera mengganti menteri yang, menurutnya, mesti diganti. Jika tidak, juga segera dilakukan tindakan yang menggambarkan, bahwa: Everything is OK.

Sehingga kondisi 'wait and see' secepatnya sirna. Berganti dengan action bisnis yang sudah dijadwalkan untuk dilakukan. Situasi bisnis terkait investasi asing, segera bergairah kembali.

Terkait rencana reshuffle kabinet dan ekonomi, simaklah pendapat Ekonom Senior, Piter Abdullah, bahwa:

Kondisi perekonomian Indonesia (dan internasional) kini kurang bagus, akibat pandemi Covid-19.

Ibarat sungai, aliran airnya sangat sedikit. Air tidak mengalir. Uang tidak berputar di masyarakat. Akibatnya perekonomian tidak kondusif.

Lantas, apa dampak rencana reshuffle ini terkait sikap investor asing dalam situasi bisnis di Indonesia? (bersambung ke bagian 2)

Di sini: https://bolong.id/dw/0720/bisnis-ri--tiongkok-aman-kah-andai-reshuffle-kabinet-bagian-2

Terkait

news

China Dorong Pertumbuhan Penduduk dengan Cara Begini...

  • Djono W. Oesman
  • 07 Dec 2021

news

Rumah Sakit di Shanghai Sediakan Akomodasi Gratis untuk Kelu...

  • Visco Joostensz
  • 25 Nov 2021

technology

Para Robot Ini Bermain Bersama Siswa TK ,Tampilkan Pertunjuk...

  • Lupita
  • 15 Nov 2021

culture

China Tingkatkan Kesadaran Lingkungan di Kalangan Siswa Muda

  • Lupita
  • 14 Nov 2021

news

Lebih dari 84 Juta Anak-anak Tiongkok Telah Suntik Vaksin CO...

  • Lupita
  • 14 Nov 2021

culture

Mengapa Anak Muda di China Menghapus Tato Mereka?

  • Visco Joostensz
  • 13 Nov 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong