Baca dalam 3 menit

Festival Peri, Festival Tradisional Terbesar Etnis Nu

Waktu Publish : 25 Sep 2021, 10:40 WIB
SHARE ARTIKEL

Festival Peri - Image from China News

Beijing, Bolong.id - Etnis Nu di Tiongkok, sangat menghormati perempuan. Diwujudkan di Festival Peri, atau disebut juga Festival Bunga. Lokasinya di gua berstalaktit, sebagai gua peri. Masyarakat akan berjalan masuk gua membawa persembahan, sambil menyanyi riang.

Dilansir dari chinawenhua.com.cn, asal usul Festival Peri ini adalah pemujaan primitif dan warisan klan matrilineal awal etnis Nu yang menghormati wanita.

Pertunjukan selama festival peri - Image from Weibo/wxpbj

Menurut legenda, peri yang dikagumi adalah seorang gadis cantik bernama Arong di Desa Nujia. Dia tidak hanya cantik, tapi juga cerdas dan pintar. Suatu hari dia melihat seekor laba-laba di bawah atap sedang menganyam jaring di langit.

Terinspirasi oleh ini, dia menemukan tali slip, dan membuat jembatan dari bambu dan tali tersebut melintasi Sungai Nujiang (怒江). Jembatan ini kemudian berhasil memecahkan kesulitan penduduk untuk menyeberangi sungai.

Nama gadis Arong tersebut kemudian tersebar di seluruh tepi Sungai Nu, dan orang-orang menyebutnya sebagai peri dan sangat memujanya.

Ketika pemilik budak mengetahuinya, dia mengirim beberapa budak untuk melamar Arong, yang kemudian ditolak.

Pemilik budak itu kemudian sangat marah sehingga dia mengirim budaknya untuk merampok kerabatnya. Setelah mengetahuinya, Arong pergi bersembunyi di gua stalaktit di pegunungan yang dalam. Pemilik budak tersebut kemudian membakar gunung hingga Arong mati di dalam gua persembunyiannya.

Pada tanggal 15 bulan ketiga kalender lunar, bunga bermekaran di kedua sisi Sungai Nu. Untuk memperingati Arong, orang Nu menetapkan hari ini sebagai Festival Bunga. Mereka memujanya pada hari ini dalam setahun dan secara bertahap membentuk festival peri.

Festival peri - Image from wantubizhi

Kelompok etnis Nu adalah salah satu etnis minoritas dengan populasi yang kecil dan hidup melintasi perbatasan di Tiongkok. Budaya tradisionalnya sangat rentan terhadap faktor eksternal. Warisan Festival Peri pernah terputus. Budaya Buddha Tibet memiliki nilai penting dan pengaruh yang besar terhadap pewarisan budaya tradisional etnis Nu.

Terkait

culture

Lengenda Raja Naga dan Tepung Goreng

  • Djono W. Oesman
  • 09 Oct 2021

culture

Tradisi Pernikahan Etnis Mongolia, Menegangkan!

  • Lupita
  • 02 Oct 2021

culture

Asal Usul Festival Merangkai Bunga Etnis Yi

  • Lupita
  • 11 Sep 2021

culture

Karakteristik Rumah Etnis Minoritas Hani, Estetik dan Unik!

  • Lupita
  • 21 Aug 2021

culture

5 Fakta Etnis Kazakh Yang Suka Makan Daging Kuda

  • Lupita
  • 07 Aug 2021

culture

Lagu Daerah Etnis Dong Diturunkan dari Generasi ke Generasi

  • Lupita
  • 27 May 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong