Lama Baca 4 Menit

Apakah Virus Monyet B dan Virus Cacar Monyet Sama?

27 July 2021, 07:06 WIB

Apakah Virus Monyet B dan Virus Cacar Monyet Sama?-Image-1

Virus dari binatang Monyet - Image from Lifestyle Bisnis

Bolong.id - Menurut laporan mingguan Chinese Center for Disease Control and Prevention, seorang dokter hewan di Tiongkok meninggal karena infeksi virus monyet B yang sangat langka. Kasus ini adalah kasus infeksi manusia pertama dengan virus monyet B di Tiongkok.

Laporan mingguan itu melaporkan, pria itu adalah seorang dokter hewan di sebuah lembaga penelitian yang mengkhususkan diri dalam eksperimen primata di Beijing. Pada awal Maret, Ia membedah dua kera mati. Satu bulan kemudian, ia mengalami demam, mual, muntah dan gejala neurologis. Meskipun menerima perawatan di beberapa rumah sakit, ia meninggal pada 27 Mei.

Dilansir dari Sohu Health pada Sabtu (24/7/2021), Virus Monyet B adalah virus yang paling sering menginfeksi monyet rhesus dan jarang terjadi pada manusia. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menunjukkan, sejak ditemukannya virus ini pada tahun 1932, hanya 50 kasus infeksi pada manusia yang pernah dilaporkan. Akan tetapi, ketika virus ini berhasil berpindah dari monyet ke manusia, gejala yang ditimbulkan seringkali berakibat fatal. Dari 50 orang yang terinfeksi tadi, sebanyak 21 orang dinyatakan meninggal. Adapun sebagian besar kasus infeksi terjadi pada orang yang berurusan dengan kera, seperti dokter hewan atau peneliti.

Secara kebetulan, bulan ini di Texas, Amerika Serikat (AS), muncul laporan kasus seorang manusia yang terinfeksi virus monkeypox atau cacar monyet. Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan di AS sejak 2003. Virus ini memiliki penyebaran utama dari uap pernafasan meski juga dapat menyebar melalui kontak mukosa atau kontak dengan orang yang terinfeksi.

Menurut CDC, virus monkeypox mirip dengan virus cacar variola (smallpox) namun dengan virulensi yang lebih rendah. Risiko kematian akibat infeksi jenis cacar monyet menurut penelitian saat ini adalah sekitar 1%. Meskipun saat ini tidak ada pengobatan yang aman untuk cacar monyet, untuk membantu mengendalikan wabahnya, AS menggunakan vaksin cacar dan obat anti cacar.

Virus Monkey B berbeda dari virus monkeypox dan dikatakan tidak mudah penularannya dari manusia ke manusia. Menurut CDC, hanya ada satu kasus penularan virus monyet B dari manusia ke manusia. Nikolaus Osterrieder, dekan Fakultas Kedokteran Hewan dan Ilmu Hayati Klub Jockey, Universitas Kota Hong Kong, mengatakan, manusia adalah "jalan buntu" bagi virus monyet B sehingga virus ini kemungkinan besar tidak mungkin menular antara manusia.

Pun demikian, kasus kematian yang dilaporkan dalam laporan mingguan tersebut menunjukkan bahwa virus monyet B dapat menimbulkan ancaman zoonosis potensial bagi orang-orang yang berinteraksi dengan monyet. Oleh karena itu, penguatan pengawasan kera laboratorium dan pekerjanya penting untuk dilakukan.