Baca dalam 3 menit

Guilinggao, Dessert dari Tempurung Kura-kura

Waktu Publish : 26 Sep 2021, 11:40 WIB
Sumber : CQ Taiwan
SHARE ARTIKEL

Guilinggao - Image from Cookidoo

Bolong.id - Guilinggao adalah makanan pencuci mulut sekaligus obat tradisional Tiongkok dari Guangdong dan Guangxi. Umumnya berbentuk pasta padat berwarna hitam, biasanya dijual di toko teh herbal dan toko makanan pencuci mulut.

Menurut legenda, selama era Tiga Kerajaan (220-280 M), ahli perang bernama Zhu Geliang memimpin pasukannya ke Wuzhou, yang kemudian disebut Cangwuquan. Musim panas di Tiongkok selatan sangat lembab dan panas. Para prajurit yang sebagian besar dari utara sangat menderita karena kepanasan.

Penduduk setempat kemudian menawarkan Zhu obat lokal untuk serangan panas yang terdiri dari cangkang kura-kura dan akar herbal 'Tufuling' (土伏苓, Smilax glabra). Setelah diberikan kepada para prajurit, mereka pun mendapatkan kembali kekuatannya dan melanjutkan pertempurannya di selatan.

Sejak itu, Guilinggao telah menjadi makanan penting di istana kekaisaran Tiongkok, terutama selama dinasti Qing akhir. Kaisar Tongzhi (1856-1875) dikatakan sembuh dari cacar setelah mengkonsumsi Guilinggao saja.

Dilansir dari CQ Taiwan, Guilinggao terbaik dibuat dari cangkang kura-kura tua dari Golden Coin Turtle (金钱龟/金錢龜, Cuora trifasciata), yang merupakan jenis kura-kura langka, dan resepnya menggunakan bagian dada dari cangkang bawah. Saat ini, sulit untuk bisa mencicipi Guilinggao yang otentik secara historis.

Namun karena kura-kura kini adalah hewan konservasi, harganya yang semakin tinggi, sulit didapat juga illegal, orang-orang beralih ke kura-kura yang lebih umum. Saat ini, Kura-kura Kepala Besar (鹰嘴龟/鷹嘴龜, Platysternon megacephalum) yang dibudidayakan digunakan sebagai gantinya. Sebagian besar cangkang kura-kura juga dipadatkan dengan agar, yang tidak mempengaruhi sifat obat dari cangkang kura-kura asli.

Guilinggao berfungsi untuk menghilangkan bau, melancarkan pencernaan , tenggorokan segar, dan indikasi kepanasan lainnya di musim panas. Karena dianggap sebagai obat 'pendingin darah', maka wanita hamil atau wanita yang sedang menstruasi tidak disarankan untuk minum. (*)


Informasi Seputar Tiongkok

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong