Baca dalam 2 menit

Wow! Defisit Perdagangan Indonesia-China Sebesar Rp56,4 Triliun di 2021

Waktu Publish : 24 Sep 2021, 09:06 WIB
Sumber : Nusaraya
SHARE ARTIKEL

Jakarta, Indonesia - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Bolong.id - Indonesia Daily melaporkan bahwa Kementerian Perdagangan Indonesia memperkirakan bahwa dibandingkan dengan tahun 2020, defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok akan menyusut dan dapat mencatat rekor sejak Indonesia memasuki Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok (FTA).

Mendag Muhammad Lutfi menjelaskan defisit perdagangan dengan Tiongkok selama Januari-Agustus 2021 sebesar US$3,96 miliar (sekitar Rp56,4 triliun). Neraca selama periode ini lebih baik dibandingkan neraca perdagangan Januari-Juli 2020 yang defisit US$5,07 miliar (sekitar Rp72,2 triliun).

Mengutip data BPS dan Kementerian Perdagangan, defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok pada 2019 mencapai US$16,98 miliar (sekitar Rp241 triliun). Defisit turun menjadi US$7,85 miliar (sekitar Rp111 triliun) pada tahun pertama pandemi. Tiongkok sendiri merupakan mitra dagang terbesar Indonesia.

“Jika kita tetap sama sebelum akhir tahun, kami berharap angka ini bisa kurang dari 7 miliar dolar AS, yang merupakan defisit terendah kami dalam sejarah sejak kami menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok,” tambahnya.

Sejak Indonesia bergabung dengan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok pada 2004, defisit perdagangan Indonesia-Tiongkok mulai menunjukkan defisit, mencapai US$14 miliar (sekitar Rp199 triliun). Pada 2018, defisit mencapai US$18,4 miliar (sekitar Rp262 triliun), tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Muhammad Lutfi memperkirakan defisit perdagangan pada 2021 berkisar antara US$6 miliar hingga US$6,5 miliar (sekitar Rp85,5 - Rp92,6 triliun). Selain itu, ia berharap neraca perdagangan dengan Tiongkok akan mulai seimbang dalam tiga tahun ke depan. (*)


Informasi Seputar Tiongkok

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong