Baca dalam 3 menit

Meliput Covid, Seorang Jurnalis Tiongkok Terancam Meninggal di Bui

Waktu Publish : 06 Nov 2021, 10:55 WIB
SHARE ARTIKEL

Penjara - Image from Shutterstock

Bolong.id - Seorang jurnalis Tiongkok yang dipenjara karena pemberitaannya terkait Covid-19 terancam meninggal karena mogok makan. Keluarga jurnalis itu tengah meminta bantuan kelompok hak asasi manusia untuk membebaskan jurnalis tersebut.

Zhang Zhan, seorang mantan pengacara, pergi ke Wuhan di Februari 2020 untuk meliput keributan yang terjadi di sana. Dalam pemberitaannya, ia menanyakan penanganan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Dilansir dari cicainews.com pada Jumat (5/11/2021), Zhang ditahan pada Mei 2020 dan dihukum empat tahun penjara pada Desember. Ia dihukum atas tuduhan perkelahian dan provokasi.

Menurut saudaranya, Zhang Ju, Zhang kini sangat kurus dan mungkin tidak dapat hidup lebih lama lagi, dikutip dari AFP.

"Tinggi Zhang 177 cm, tetapi beratnya kini kurang dari 40 kg. Dia mungkin tidak bisa bertahan saat musim dingin," tulis Zhang Ju pada 30 Oktober.

"Saya harap dunia mengingat bagaimana Zhang sebelumnya," tambahnya.

Menurut kuasa hukum Zhang, perempuan itu melakukan mogok makan dan dipaksa makan melalui selang hidung.

Postingan Zhang Ju memicu respon dari organisasi hak asasi manusia, yakni Amnesty International yang mendesak pemerintah Tiongkok untuk mengeluarkan Zhang dari penjara supaya perempuan itu bisa menghentikan mogok makannya dan menerima perawatan medis yang diperlukan.

Organisasi ini juga menilai Zhang terancam meninggal jika dia tidak segera mendapatkan perawatan medis.

"Zhang Zhan, yang harusnya tidak dipenjara, sekarang tampaknya berisiko mengalami kematian di penjara. Pemerintah Tiongkok harus segera membebaskannya sehingga ia bisa menghentikan mogok makan dan menerima perawatan medis yang sangat ia perlukan," tutur Juru Kampanye Amnesty Gwen Lee.

Lee juga menilai hukuma Zhang adalah serangan memalukan terhadap hak asasi manusia.

"Jika Zhang Zhan mati di penjara, pemerintah Tiongkok bertanggung jawab atas kematiannya," kata Lee menambahkan.

Zhang termasuk dalam empat jurnalis yang ditahan karena liputan mereka yang 'berbeda' dari versi pemerintah Tiongkok terkait penanganan Covid-19 di Wuhan. Tiga jurnalis lainnya yakni Chen Qiushi, Fang Bin, dan Li Zehua. Perbedaan ini memicu kemarahan otoritas negara itu. (*)


Informasi Seputar Tiongkok




Terkait

news

Kasus Baru COVID-19 di Shanghai Perpanjang Lonjakan Virus di...

  • Lupita
  • 27 Nov 2021

news

Obat Anti-COVID-19 China Memasuki Uji Coba Manusia Tahap Akh...

  • Lupita
  • 24 Nov 2021

news

PTM Terbatas Telah Diselenggarakan di Semua Sekolah di Jakar...

  • Esy Gracia
  • 24 Nov 2021

news

China Tetap Waspada Terhadap Kasus COVID-19 yang Masuk

  • Lupita
  • 22 Nov 2021

news

Sempat Lockdown, Bisnis di Kota Perbatasan China Ruili Dilan...

  • Lupita
  • 21 Nov 2021

news

Berlaku Seluruh Indonesia, Begini Aturan PPKM Level 3 untuk ...

  • Esy Gracia
  • 20 Nov 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong