Lama Baca 4 Menit

Rahasia Kesehatan Tubuh ala China

17 July 2022, 16:37 WIB

Rahasia Kesehatan Tubuh ala China-Image-1

Beijing, Bolong.id – Bagi sebagian orang, mengonsumsi air dingin pada hari panas menjadi cara tepat untuk menghilangkan kegerahan, namun menurut warga Tiongkok hal itu tidak baik bagi kesehatan.

Dilansir dari beberapa sumber, terlepas dari cuaca, sebagian besar warga Tiongkok sudah terbiasa mengonsumsi minuman hangat dengan sajian mereka sepanjang hari. Jadi, jangan heran jika Anda melihat orang Tiongkok minum air hangat di musim panas.

Di negara-negara barat kebiasaan itu dianggap sebagai sesuatu yang mengherankan, namun hal sebaliknya juga dianggap oleh warga Tiongkok.

Menenggak sesuatu dalam kondisi suhu ruangan atau di bawahnya bagi mereka dianggap tidak baik bagi kesehatan.

Bagi sebagian, air panas mungkin saja bermanfaat, namun di Tiongkok mereka meyakini khasiatnya terhadap pemulihan pada tubuh yang dilakukan di bawah alam sadar.

Menurut Liu, kebiasaan menenggak air panas sudah dilakukan sejak tahun 1949, ketika kualitas air belum sebaik sekarang ini. Jadi sebagai antisipasi, pemerintah promosikan konsumsi air rebus sebagai cara untuk menghancurkan bakteri.

Li Zhen Hui menjelaskan bahwa, ruang untuk merebus ada di setiap kantor dan komunitas, dan orang-orang juga mengantar air panas dari rumah ke rumah.

Selain itu, mereka lakukan setiap pagi, mengisi wadah yang ditinggal di luar rumah. Mereka selalu mengatakan air panas bermanfaat bagi kesehatan dan kebersihan kami.

Beberapa orang percaya minum air panas berasal dari budaya kuno negara tersebut dalam mengonsumsi teh. Hal ini dikarenakan warga Tiongkok merebus air untuk membuat teh dilakukan selama berabad-abad, membuat mereka terus mengonsumsi air panas secara terus menerus.

Tapi teori tersebut tidak sejalan dengan negara tetangga mereka yang berasal dari negara Korea dan Jepang yang memiliki kebiasaan minum teh namun tidak gemar mengonsumsi air panas.

Bagaimana pun juga, prinsip-prinsip tetua Tiongkok tidak bisa diabaikan, yang hingga kini telah mengambil peran penting dari kegemaran warga terhadap minuman panas.

Konsumsi air hangat di pagi hari sejak lama di duga dapat membantu pencernaan, sirkulasi darah membantu detoksifikasi serta meringankan nyeri otot.

Sebaliknya, air dingin di diduga dapat menyebabkan keram otot dan melambankan fungsi tubuh. Hidangan panas tidak pernah dipadukan dengan air dingin, karena di duga dapat menyebabkan ketidakseimbangan suhu. Sementara itu, sebagian besar restoran di Tiongkok memberikan pilihan penyajian minuman kaleng dalam keadaan panas atau suhu ruangan.

Apapun alasannya, satu hal yang sudah pasti. Mengonsumsi air panas sudah melekat dalam budaya mereka sehingga sebagian besar warga Tiongkok kesulitan untuk beradaptasi dengan minuman dingin yang disajikan di belahan dunia lain.

Menurut Liu, sejumlah pelayanan perhotelan di seluruh dunia mulai terbiasa dengan kebutuhan warga Tiongkok untuk air panas.

Selain itu, hotel-hotel di luar negeri sekarang ini sudah mulai terbiasa dengan kebutuhan turis Tiongkok, dengan menambahkan sendal, koran berbahasa Tiongkok, dan bahkan teko air. (*)


Informasi Seputar Tiongkok