
Bolong.id - Para peneliti pertanian di Tiongkok telah mengembangkan varietas padi hibrida klon pertama di dunia yang mampu mempertahankan sifat hasil tinggi secara alami dari generasi ke generasi melalui biji, sebuah terobosan yang berpotensi menggandakan produksi beras global jika diadopsi secara luas.
Dilansir SCMP, Rabu (07/01/26), tim peneliti dari China National Rice Research Institute, di bawah Chinese Academy of Agricultural Sciences, berhasil menciptakan enam varietas padi yang mampu bereproduksi melalui apomiksis, proses di mana biji berkembang tanpa pembuahan, sehingga tumbuhan baru identik secara genetik dengan induknya. Pendekatan ini mengatasi salah satu kendala utama produksi padi hibrida. Kebutuhan rutin membeli benih hibrida yang mahal setiap musim tanam.
Selama ini, padi hibrida terkenal karena hasil panennya yang jauh lebih tinggi dibanding varietas biasa, tetapi keunggulan tersebut biasanya hilang pada generasi berikutnya karena sifat heterosis breakdown, memaksa petani untuk membeli benih baru setiap tahun.
Dengan varietas klon ini, petani dapat menanam kembali biji dari hasil panen sebelumnya tanpa kehilangan manfaat hasil tinggi tersebut, sehingga dapat memangkas biaya input dan meningkatkan ketahanan pangan secara signifikan.
Para ahli agronomi menyatakan bahwa jika inovasi ini diterapkan secara global, produksi beras dunia berpotensi bertambah dua kali lipat, menjadikannya terobosan yang sangat penting di tengah tantangan keamanan pangan dunia dan pertumbuhan populasi.
Riset ini juga menandai kemajuan penting dalam sejarah pemuliaan padi hibrida, yang sebelumnya dipelopori oleh ilmuwan China seperti Yuan Longping, “Bapak Padi Hibrida,” yang sejak dekade 1970-an mengembangkan teknologi padi hibrida untuk meningkatkan hasil pangan secara global.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
