
Beijing, Bolong.id - Tiongkok kembali menorehkan pencapaian besar di bidang rekayasa perkotaan. Untuk pertama kalinya, sebuah jalur kereta bawah tanah yang melintasi kawasan mata air karst resmi beroperasi di Kota Jinan, Provinsi Shandong, Tiongkok timur.
Jalur Subway 4 ini mulai melayani penumpang pada Sabtu lalu dan langsung menarik perhatian karena keberhasilannya menyeimbangkan kebutuhan transportasi modern dengan pelestarian lingkungan alam.
Dilansir dari 舜网, jalur Subway 4 dibangun di bawah salah satu koridor transportasi tersibuk di Jinan. Kehadirannya secara signifikan memangkas waktu tempuh warga serta mengurangi kemacetan lalu lintas di permukaan. Namun, proyek ini bukan tanpa tantangan besar.
Jinan dikenal sebagai “Kota Mata Air” karena memiliki sekitar 1.000 mata air artesis alami. Keunikan ini sekaligus menjadi tantangan, sebab struktur geologi karst membuat wilayah tersebut sangat sensitif terhadap pembangunan bawah tanah.
Selama bertahun-tahun, proyek subway sempat tertunda karena kekhawatiran bahwa proses pengeboran terowongan dapat mengganggu aliran air tanah dari pegunungan selatan yang menjadi sumber mata air di wilayah utara kota.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim survei dan konstruksi menerapkan berbagai pendekatan inovatif. Mereka memetakan zona-zona yang sensitif terhadap mata air, menyesuaikan rute jalur agar menghindari akuifer penting, memperdalam terowongan, serta meminimalkan dampak terhadap sistem air alami.
Hasilnya pun sangat menggembirakan. Data pemantauan menunjukkan bahwa ketinggian air di Mata Air Baotu ikon terkenal Jinan baru-baru ini mencapai 30,32 meter, level tertinggi sejak tahun 1966.
“Hal ini membuktikan bahwa langkah-langkah perlindungan mata air serta pendekatan rekayasa inovatif yang kami terapkan benar-benar efektif secara ilmiah,” ujar Huang Yongliang, insinyur senior perlindungan mata air dari Jinan Rail Transit Group Co., Ltd.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi sistem transportasi Jinan, tetapi juga menjadi contoh bagi kota-kota lain di dunia: pembangunan infrastruktur modern dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam, asalkan didukung oleh perencanaan matang dan teknologi yang tepat. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
