
Bolong.id - Sebuah laporan terbaru oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), sebuah lembaga pemikir yang terkait dengan Centre for Strategic and International Studies di Washington, menyatakan bahwa milisi maritim China mencatat kehadiran harian rata-rata tertinggi sepanjang sejarah di Laut China Selatan pada tahun 2025. Rata-rata tersebut mencapai 241 kapal per hari, lebih tinggi dibanding tahun 2024.
Dilansir SCMP, Selasa (24/02/26), Milisi ini terdiri dari kombinasi kapal profesional dan armada nelayan subsidi yang dikenal sebagai Spratly Backbone Fishing Fleet sebuah kekuatan paramiliter yang diorganisir untuk mendukung klaim maritim China di wilayah sengketa.
Menurut laporan, banyak kapal milisi berkumpul di sekitar terumbu seperti Mischief Reef dan Whitsun Reef, yang diklaim China dan sering menjadi titik ketegangan dengan negara tetangga, termasuk Filipina. Distribusi aktivitas ini menandakan fokus Beijing pada penguatan pengaruh maritim di kawasan.
Aktivitas maritim ini menjadi sorotan internasional karena perannya dalam dinamika keamanan di Asia Tenggara dan hubungan dengan patroli angkatan laut serta penjaga pantai negara lain di perairan tersebut. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement

