Kuda Emas Kiri Kuda Emas Kanan
Lama Baca 2 Menit

Perusahaan Pelayaran Hentikan Rute Teluk, 132 Kapal Terjebak Akibat Konflik Iran

04 March 2026, 05:33 WIB

Perusahaan Pelayaran Hentikan Rute Teluk, 132 Kapal Terjebak Akibat Konflik Iran-Image-1
Cosco Shipping Lines telah menginstruksikan semua kapalnya yang menuju Teluk Persia untuk mengurangi kecepatan, menuju perairan yang aman, atau menuju tempat berlabuh yang telah ditentukan untuk menunggu pemberitahuan lebih lanjut di tengah gangguan regional. Foto: AFP

Bolong.id - Sejumlah perusahaan pelayaran internasional menghentikan sementara rute menuju kawasan Teluk Persia setelah konflik militer yang melibatkan Iran memicu gangguan serius pada jalur perdagangan laut utama dunia. 

Dikutip SCMP, Rabu (04/03/26), Situasi ini menyebabkan lebih dari 130 kapal terjebak di kawasan Teluk dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Gangguan tersebut terjadi di sekitar Strait of Hormuz, jalur laut vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Selat ini menjadi jalur pengiriman sekitar 20-25 persen perdagangan minyak dunia, sehingga gangguan di wilayah tersebut berdampak besar terhadap rantai pasok global.

Ketegangan meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu ancaman balasan dari Teheran, termasuk peringatan kepada kapal-kapal komersial agar tidak melintas di selat tersebut. Banyak kapal akhirnya memilih berhenti di perairan sekitar Teluk untuk menghindari risiko serangan.

Akibat situasi tersebut, sejumlah perusahaan pelayaran besar menangguhkan pengiriman dan memindahkan rute kapal ke jalur alternatif. Selain itu, biaya pengiriman juga meningkat karena perusahaan logistik memberlakukan biaya darurat konflik dan premi risiko perang bagi kapal yang masih beroperasi di kawasan tersebut.

Para analis memperingatkan bahwa jika gangguan berlanjut, dampaknya dapat meluas ke pasar energi dan perdagangan global, termasuk lonjakan harga minyak, keterlambatan logistik, serta meningkatnya biaya transportasi internasional.(*) 

Infomasi Seputar Tiongkok